Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Listing di BEI, RMK Energy Kejar Lima Target Usaha

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:08 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP
Kapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di perairan di Perairan Bojonegara, Teluk Banten, Banten, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Jakarta, Beritasatu.com- PT RMK Energy Tbk (RMKE), emiten pelayanan jasa logistik dan perdagangan batu bara, yang meliputi bongkar muat di stasiun kereta api, pengangkutan ke pelabuhan, serta pemuatan ke tongkang resmi tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (7/12/2021) dengan mengantongi dana Rp 180,25 miliar. Perseroan memiliki lima target usaha.

Direktur Utama RMK Energy Tony Saputra mengatakan, lima target usaha itu menjadi pelabuhan batu bara yang mampu mengapalkan 25 juta ton per tahun. Kedua, mengembangkan stasiun pembongkaran kereta api dengan kapasitas 17 juta ton per tahun. Ketiga, membangun stasiun muat khusus batu bara di hulu lokasi pertambangan. Keempat, mengembangkan sayap usaha ke jasa penunjang industri batu bara (kontraktor hauling, kontraktor tambang, atau jasa pendukung lainnya). "Lalu tidak menutup kemungkinan mengakuisisi ata bekerja sama untuk tambang-tambang potensial," ujar Tony dalam pencatatan saham perdana RMK Energy secara virtual, Selasa (7/12/2021).

Saat ini pelabuhan perseroan di Sumatera Selatan adalah satu-satunya tersus (terminal khusus) batu bara swasta di seluruh Indonesia yang terintegrasi dengan kereta api. Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki deposit batu bara terbesar di seluruh Indonesia.

RMK Energy berhasil melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) saham di BEI dengan melepas sebanyak 875.000.000 saham baru, yang mewakili sebanyak 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan mematok harga Rp 206 per saham, perseroan meraih Rp 180,25 miliar.

Perwakilan penjamin pelaksana emisi PT Indo Capital Sekuritas Herman menyebutkan, saham RMKE mendapat respons pasar yang luar biasa dengan mengalami oversubscribe sebanyak 16 kali. “Dari sisi penggunaan dana IPO, sebagian besar untuk investasi capex dan modal kerja. Ini sangat positif untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat perseroan sehingga dapat meningkatkan pendapatan,” kata Herman.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Disebut Edy Mulyadi Macan Mengeong, Ini Jawaban Prabowo Subianto

#2
NIK Resmi Jadi Nomor Identitas Peserta JKN-KIS

#3
Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

#4
Masyarakat Wajib Pahami 8 Karakteristik Omicron

#5
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 26 Januari 2022

#6
Update Covid-19: Kasus Harian Tembus Angka 7.000

#7
Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Ternyata Ada yang Saling Kenal

#8
10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

#9
DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

#10
Sevilla Resmi Dapatkan Anthony Martial dari MU

TERKINI


KESEHATAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022