Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Perusahaan Migas Genjot Produksi Sekaligus Tekan Emisi

Rabu, 8 Desember 2021 | 06:15 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi kapal tanker minyak.

Jakarta, Beritasatu.com - Sektor hulu minyak dan gas (migas) menghadapi tantangan yakni mengejar target produksi 1 juta barel minyak per hari (bph) pada 2030 sekaligus menekan emisi karbon atau gas rumah kaca (GRK) sejalan dengan transisi energi.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan bahwa saat ini dunia dihadapkan pada tantangan untuk mengendalikan pertumbuhan emisi GRK. Targetnya pada 2030, sektar 45% emisi GRK di level 2010 bisa terpangkas, setelah itu turun menjadi net-zero pada 2050 atau 2060. "Perusahaan-perusahaan migas sudah beberapa punya target net zero emissions atau karbon netral di 2050," kata Fabby dalam keterangan tertulisnya Rabu (8/12/2021).

Advertisement

Menurut dia, salah satu emisi yang tinggi di industri migas adalah gas metana. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dituntut untuk menekankan upaya penurunan gas metana ini. “Metana punya global warming potential sebesar 20x dari CO2. Jadi mengurangi gas metana, dari sudut pandang pengendalian emisi GRK sebenarnya lebih cost effective,” ungkap Fabby.

Fabby menjelaskan, Carbon Capture Utilization, Storage (CCUS) dikombinasi dengan EOR bisa dipakai untuk meningkatkan produksi migas. Hanya saja investasi CCUS itu cukup mahal, setara dengan US$ 100-120 per ton CO2. “Jadi kalau mau diberikan insentif bisa saja,” ujar Fabby.

Vorwata Enhanced Gas Recovery (EGR) CCUS yang dikelola BP Indonesia di Papua akan menjadi proyek pertama di Indonesia. Melalui proyek ini, gas CO2 yang diproduksi akan dinjeksikan kembali ke dalam reservoir Vorwata untuk membantu meningkatkan produksi gas. President BP Indonesia Nader Zaki pernah menyatakan secara total, jumlah CO2 yang diinjeksikan akan mencapai 25 juta ton pada 2035 dan 33 juta ton pada 2045. Dari sisi produksi, proyek ini berpotensi meningkatkan produksi gas sebesar 300 miliar kaki kubik (BCF) pada 2035 atau mencapai 520 BCF pada tahun 2045.

Menurutnya saat proyek itu mulai beroperasi di tahun 2026 atau 2027. LNG Tangguh akan menjadi salah satu kilang LNG dengan tingkat emisi karbon terendah di dunia. "Dengan melakukan hal ini, kita akan meningkatkan produksi sekaligus mengurangi emisi karbon," ujar Nader.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di sela The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021), di Bali beberapa waktu lalu mengungkapkan pihaknya tengah menyusun roadmap untuk pengelolaan lingkungan industri hulu migas di masa depan. Dia menargetkan dalam kurun waktu paling tidak 4 bulan ke depan, roadmap bisa rampung sehingga berbagai perencanaan bisa diimplementasikan. “Kami melakukan kajian melalui bench marking potensi kegiatan dan strategi yang akan dilakukan. Hasilnya akan digunakan untuk menyusun roadmap, sehingga dapat diketahui prioritas utama strategi untuk penurunan emisi karbon dalam rangka peningkatan produksi migas,” kata Dwi.

Penghijauan menjadi salah satu andalan perusahaan untuk menekan emisi karbon. Berdasarkan data SKK Migas, untuk tahun ini saja program penghijauan yang wajib dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan sudah disepakati dalam Work Plan and Budget (WPN&B) mencapai 6,9 juta pohon dengan total lahan seluas 14.100 haktare (ha). Jumlah tersebut diproyeksi bisa menyerap CO2 mencapai 87.100 ton per tahun. "Salah satu program yaitu program penghijauan, telah masuk ke dalam Key Performance Indicator (KPI) SKK Migas," kata Dwi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

EKONOMI | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Diteriaki Maling karena Ngebut, Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa

#2
Arteria Dahlan Pakai Mobil Pelat Nomor Dinas Polisi, Ini Tanggapan Psikolog

#3
Satupena Bertransformasi Menjadi Alinea

#4
Kakek 80 Tahun Tewas Dihakimi Massa, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

#5
Asyik Berfoto di Tol Andara, Rombongan Pengendara Mobil Mewah Ditegur Polisi

#6
Ada Gubernur hingga Komisaris, Ini Profil Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

#7
Truk Tabrak Truk di Depan Balai Kartini Jakarta Selatan, 1 Tewas

#8
Kasus Covid-19 Naik, Status PPKM Jakarta, Jabar, Banten Dievaluasi

#9
Satu dari 2 Pasien Omicron yang Meninggal Memiliki Riwayat ke Belanda

#10
Arsenal vs Burnley: Misi Meriam London Kembali ke Trek Kemenangan

TERKINI


BOLA | 24 Januari 2022

OLAHRAGA | 24 Januari 2022

BOLA | 24 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

POLITIK | 23 Januari 2022

BOLA | 23 Januari 2022

NASIONAL | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 23 Januari 2022