Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kekhawatiran Omicron Redup, Harga Minyak Naik 3%

Rabu, 8 Desember 2021 | 06:37 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi minyak.

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak naik lebih 3% pada Selasa (8/12/2021) memperpanjang rebound hari sebelumnya hampir 5% karena kekhawatiran varian Covid-19 omicron menekan permintaan bahan bakar global mereda.

Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik US$ 2,36, atau 3,2%, pada US$ 75,44 per barel, setelah Senin (6/12/2021) melonjak sebesar 4,6%. Minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate naik US$ 2,56, atau 3,7%, menjadi US$ 72,05, setelah bertambah 4,9% pada hari sebelumnya.

Advertisement

Harga minyak jatuh pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa vaksin kemungkinan kurang efektif menangkal omicron. Hal ini memicu kekhawatiran pemerintah memberlakukan pembatasan sehingga akan menekan permintaan minyak.

Namun, seorang pejabat kesehatan Afrika Selatan melaporkan bahwa kasus omicron hanya menunjukkan gejala ringan. Hal ini diperkuat pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, yang mengatakan tidak ada tingkat keparahan besar akibat varian tersebut.

"Pasar oversold (jenuh jual) sebagai reaksi spontan terhadap omicron dan dampaknya pada pembatasan perjalanan," kata Direktur Riset Pasar Tradition Energy, Gary Cunningham. "Sekarang kami melihat permintaan pasar kembali kuat sesuai ekspektasi selama 6-12 bulan ke depan."

Sementara eksportir utama dunia, Arab Saudi, menaikkan harga minyak mentah bulanan pada Minggu (5/12/2021).

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitranya, OPEC+, pekan lalu, sepakat meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) pada Januari meskipun cadangan minyak strategis AS telah digelontorkan.

Analis yang disurvei Reuters memperkirakan bahwa data persediaan minyak mentah AS akan turun minggu kedua berturut-turut. Data industri mingguan akan dirilis Selasa sore diikuti data pemerintah pada Rabu (8/12/2021).

Harga juga didukung penundaan kembali minyak Iran di pasar global setelah pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat masih buntu. Jerman mendesak Iran untuk memberi proposal yang realistis dalam pembicaraan mengenai program nuklirnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Disebut Edy Mulyadi Macan Mengeong, Ini Jawaban Prabowo Subianto

#2
NIK Resmi Jadi Nomor Identitas Peserta JKN-KIS

#3
Bentrok di Maluku Tengah, 1 Polisi Alami Luka Tembak di Pipi

#4
Masyarakat Wajib Pahami 8 Karakteristik Omicron

#5
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 26 Januari 2022

#6
Update Covid-19: Kasus Harian Tembus Angka 7.000

#7
Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun Ternyata Ada yang Saling Kenal

#8
10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

#9
DPP PDIP Tak Pecat Arteria Dahlan, Ini Alasannya

#10
Sevilla Resmi Dapatkan Anthony Martial dari MU

TERKINI


KESEHATAN | 27 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 27 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022

DUNIA | 26 Januari 2022

EKONOMI | 26 Januari 2022

NASIONAL | 26 Januari 2022

KESEHATAN | 26 Januari 2022