Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

2022 Diyakini Jadi Fase Pemulihan Pasar Properti

Kamis, 23 Desember 2021 | 13:30 WIB
Oleh : Herman / FMB
Pengamat properti yang juga pendiri Panangian School of Property Panangian Simanungkalit menjadi narasumber dalam Podcast Apa Adanya yang dipandu Direktur Pemberitaan Grup Beritasatu Media Holding Primus Dorimulu di channel YouTube B1 Plus, Rabu, 22 Desember 2021.

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat properti yang juga pendiri Panangian School of Property Panangian Simanungkalit meyakini akan terjadi pemulihan pasar properti di 2022 setelah sebelumnya dihantam pandemi Covid-19. Apalagi penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi di Indonesia sudah semakin baik. Harga saham properti pun mulai menunjukkan tren naik. Sebelumnya akibat pandemi Covid-19, penjualan properti sempat anjlok hingga 70%.

"Pengembang-pengembang (perumahan) yang IPO sudah mencatatkan perbaikan di 2021 dibandingkan 2020, dan harga-harga saham sudah mulai naik. Itu menggambarkan tahun 2022 akan terjadi pemulihan di sektor properti," kata Panangian Simanungkalit saat menjadi narasumber dalam Podcast Apa Adanya di channel YouTube B1 Plus yang dikutip Beritasatu.com, Kamis (23/12/2021).

Panangian menambahkan, pemulihan pasar properti di 2022 akan dimulai dari sektor perumahan, terutama rumah tapak. Apalagi saat ini 90% pasar properti adalah perumahan. Penjualan apartemen pun diyakini akan kembali naik.

"Untuk office building, sedikit ada pengaruh karena tren work from home (WFH). Tetapi kalau dilihat office building ini permintaannya juga tergantung investasi. Sekarang kan omnibus law sedang ada perbaikan. Kalau investasi masuk, pasti pekerja-pekerja kan masuk tambahan yang baru. Jadi office building ini tidak akan ada matinya, hanya mungkin banyak perusahan yang sekarang berfikir untuk memecah-mecah kantornya, tidak semua di pusat," kata Panangian.

Di tengah tren belanja online yang terus meningkat, pembangunan mal atau pusat perbelanjaan juga diyakini akan tetap marak untuk mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia. "Gaya hidup perkotaan Indonesia itu, karena cuacanya tidak makin sejuk akibat global warming di mana-mana, orang membutuhkan tempat hangout yang ber-ac seperti mal," tambah Panangian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI