Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sri Mulyani: 3 Tahun Pertama Fase Kritis Pembangunan Ibu Kota Baru

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:01 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tahapan pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru terdiri dari lima tahapan yaitu tahapan paling kritis sesudah UU dibuat atau tahap pertama 2022-2024 dan diikuti tahap dua sampai lima dari 2025 sampai 2045.

Untuk tahap pertama akan fokus pada pengembangan akses infrastruktur bagi IKN sehingga rencananya anggaran untuk aspek ini akan masuk dalam kategori pemulihan ekonomi dalam program PEN 2022.

“Kita nanti bisa desain kebutuhan awal terutama pelaksanaan akses infrastruktur bisa masuk dalam kategori penguatan pemulihan ekonomi dalam program PEN 2022,” Sri Mulyani dalam konferensi pers IKN di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (18/1/2022)..

Selanjutnya untuk tahun 2023 dan 2024, pemerintah akan mendesain kebutuhan anggarannya mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di tanah air dan momentum lain yaitu pemilihan umum yang harus disiapkan sehingga diproyeksi akan menelan kebutuhan anggaran akan cukup besar.

"Tahapan yang paling awal 2022-2024. Biasanya kalau di front-end ya pasti APBN biasanya akan lebih banyak," beber dia.

Pemerintah akan menitikberatkan pendanaan pembangunan melalui skema kreatif, seperti skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun skema pendanaan swasta/BUMN/BUMD.

"Kalau mengenai anggaran apalagi tadi porsi APBN dan lain-lain nanti kita akan hitung. Jadi sebetulnya enggak ada yang disebut hari ini, preconception 54% adalah APBN," ucap Sri.

Kendati demikian, porsinya akan diseimbangkan dengan pendanaan lainnya, seperti pendanaan untuk Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan proyek-proyek lain yang tidak kalah penting.

Adapun pendanaan IKN tahun ini lebih banyak digelontorkan kepada Kementerian PUPR. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang memang sudah berjalan di tahun-tahun sebelumnya.

"Kemarin dengan Pak Menteri PUPR dilihat dari alokasi anggaran yang sudah ada dan bagaimana kebutuhan yang lebih urgent untuk mulai momentum pembangunan di sana. Maka kita semua nanti akan lihat dalam konteks anggaran," tuturnya.

Sementara itu, untuk anggaran pembangunan IKN 2025-2045 masih akan melihat keseluruhan kebutuhan estimasi jangka menengah hingga panjang.

Ia menambahkan, nantinya APBN akan digunakan untuk belanja pembangunan yaitu komplek pemerintahan dan infrastruktur dasar seperti bendungan air, telekomunikasi, jalan raya dan listrik.

“Sebagian akan dalam bentuk KPBU atau project development fund (PPP) itu pasti membutuhkan dukungan APBN apakah dalam bentuk feasibility gap dan dukungan lainnya. Itu semua sudah kami identifikasi,” jelasnya.

Sebagai informasi mengutip website ikn.go.id, berdasarkan estimasi awal, skema pembiayaan diutamakan adanya peran yang cukup tinggi pada swasta melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 252,5 triliun (54,2%) serta investasi swasta dan BUMN/D (secara langsung) sebesar Rp 123,2 triliun (26,4%) dari total kebutuhan pembiayaan pembangunan fisik IKN selebihnya adalah pembiayaan dari APBN.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menambahkan, pemindahan IKN berprinsip tidak memberatkan APBN dan menjaga kesinambungan fiskal.

Lantaran pemerintah akan membuat skema bisnis model baru untuk pendanaan membangun IKN.

“Apakah akan beratkan APBN? Tidak, kami akan membuat adaptasi bisnis model sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan APBN dan justru akan menambah aset-aset sedemikian rupa”ujarnya.

Selain itu, kebutuhan pendanaannya juga akan menghindari penarikan utang jangka panjang. Alhasil keputusan yang diambil juga tidak akan membebani anak cucu di masa depan.

"Kita akan maksimalkan kekayaan negara, justru untuk membuat kita jadi lebih punya aset lebih banyak lagi. Kita juga menghindari pembiayaan-pembiayaan utang jangka panjang. Kita akan hindari itu," tandas Suharso.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI