Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemendag: 29 Perusahaan Sudah Kembali Ekspor Batu Bara

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:16 WIB
Oleh : Herman / FER
Direktur Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana dalam konferensi pers Outlook Perdagangan 2022, 18 Januari 2022.   

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana mengungkapkan, sebanyak 48 kapal dari 29 perusahaan telah kembali memulai kegiatan ekspor batu bara.

Ekspor batu bara sebelumnya dihentikan oleh pemerintah, demi memenuhi pasokan energi nasional.

"Sampai dengan hari ini sudah dirilis 48 kapal dengan total 29 perusahaan. Ini rekap sampai dengan tadi pagi," kata Indrasari Wisnu Wardhana dalam konferensi pers Outlook Perdagangan 2022, Selasa (18/1/2022).

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan, perusahaan batu bara yang melakukan ekspor tersebut telah memenuhi persyaratan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO).

"Pada dasarnya ketika Domestic Market Obligation-nya sudah selesai, maka ekspor bisa dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Dan ini banyak juga perusahaan-perusahaan yang belum dan sedang dikerjakan mekanismenya," kata Mendag Lutfi.

Di kesempatan sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, perusahaan batu bara yang akan melakukan ekspor diwajibkan untuk memenuhi syarat yang telah ditentukan pemerintah.

Pertama, untuk perusahaan batu bara yang telah memenuhi kontrak penjualan kepada PLN dan kewajiban DMO-nya 650 di tahun 2021, maka akan diizinkan untuk memulai ekspor di tahun 2022.

Kedua, untuk perusahaan batu bara yang telah memiliki kontrak dengan PLN namun belum memenuhi kewajiban kontraknya dan DMO untuk tahun 2021, maka harus memenuhi kewajiban denda sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139 Tahun 2021. Nilai perhitungan denda akan diberlakukan sejak Kepmen tersebut keluar.

Ketiga, untuk perusahaan batu bara yang spesifikasi batu baranya tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan batubara PLN atau tidak memiliki kontrak dengan PLN pada tahun 2021, juga akan dikenakan denda dengan mekanisme yang sama sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 139 Tahun 2021, berdasarkan volume alokasi DMO yang diberikan kepada masing-masing perusahaan tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI