Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Itama Ranoraya Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:59 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FER
Jajaran direksi dan komisaris PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) perusahaan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi usai RUPSLB di Jakarta Jumat 13 November 2020.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) pada tahun ini menargetkan penjualan sebanyak Rp 2 triliun, atau meningkat 48,15% dari proyeksi penjualan tahun 2021 sebesar Rp 1,35 triliun. Pertumbuhan akan ditopang oleh penjualan produk kesehatan yang masih positif.

Direktur Strategi sekaligus Relasi Investor Henry F Jusuf mengatakan, secara tahunan perseroan memproyeksikan penjualan jarum suntik akan meningkat pada kisaran 25%-35% seiring dengan adanya rencana booster vaksinasi covid-19 dari pemerintah. Selain itu, peningkatan penjualan juga akan ditopang oleh keperluan lain seperti imunisasi reguler yang terus berjalan.

"Untuk booster vaksinasi, dipastikan kami akan full force tahun ini karena sifatnya yang time sensitif. Saat ini, jarum suntik kami sudah relevan dengan jumlah vaksin yang sudah ada sehingga kami tinggal menunggu deployment saja karena jarum suntik dan vaksinnya itu sudah menjadi satu kesatuan alias paket,” jelasnya dalam webinar Investment Talk yang digelar oleh Origin Advisory, Rabu (19/1/2022).

Henry menambahkan, secara komposisi kontribusi dari penjualan jarum suntik auto disable syringe terhadap total penjualan IRRA sebesar 20% hingga 22% sedangkan sisanya disumbang oleh produk-produk lainya baik electromedical dan non- electromedical. Untuk jarum suntik yang dijual oleh perseroan merupakan hasil produksi dari PT Oneject Indonesia yang saat ini sedang dalam proses akuisisi oleh perseroan.

Selain jarum suntik, perseroan juga berniat mengembangkan berbagai produk lainya seperti electro medical dan non-electromedical yang nantinya akan dibangun pada pabrik perseroan nomor ketiga yang berencana akan dibangun. Progresnya masih dibicarakan dengan para investor strategis.

Untuk diketahui, perseroan menganggarkan dana hingga Rp 300 miliar pada tahun ini. Setelah rampung, IRRA akan menguasai sebanyak 51% saham dari Oneject Indonesia. Transaksi itu dilakukan dalam dua tahap, pertama dengan pembayaran sebanyak Rp 198,8 miliar dan sisanya masih dalam proses.

"Proses kami perkirakan selesai pada semester pertama 2022, sehingga tahun depan kami sudah bisa memasukan Oneject pada laporan keuangan,” kata Direktur Utama Itama Ranoraya, Heru Firdausi Syarif.

Pascaakuisisi perseroan akan bertransformasi menjadi perusahaan yang juga memproduksi alat-alat kesehatan sehingga menambah portofolio bisnisnya seperti rapid test antigen diluar covid-19 seperti untuk hepatitis, malaria, TBC dan rapid test lainya.

Sedangkan untuk hasil penelitian positif dan negatif, IRRA bertindak sebagai distributor pada produk-produk baik hardware dan software pada laboratorium besar dari merek ternama seperti Terumo dan Abbott.

Soal rencana kerja, Henry mengatakan tahun ini perseroan akan fokus pada transformasi vertika yang masuk dalam roadmap perseroan selama 4 tahun kedepan. Dengan adanya transformasi itu diharapkan beberapa perusahaan di bawah naungan grup IRRA dapat terintegrasi satu sama lainya agar lebih kohesif dalam melakukan penjualan.

“Dengan produk yang kualitasnya setara dengan produk dari luar negeri. Kami juga sedang meminta izin ke Food and Drug Administration (FDA) untuk penjualan ke AS, dan seluruh dunia sehingga dapat memberikan devisa bagi negara,” ujarnya.

Untuk memuluskan berbagai rencana itu, perseroan akan meningkatkan belanja modal dari sebelumnya Rp 200 miliar menjadi Rp 300 miliar pada 2022 dan terus meningkat hingga Rp 1 triliun lebih pada 2024 sesuai dengan roadmap yang direncanakan. Adapun, capex yang dianggarkan bersumber dari internal perseroan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI