Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jokowi Dorong Kemudahan Akses Permodalan bagi UMKM

Kamis, 20 Januari 2022 | 12:56 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP
Presiden Jokowi pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, Kamis, 20 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kemudahan akses permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dengan berbagai terobosan serta diikuti aksi-aksi serius. Meskipun pelaku usaha UMKM di Tanah Air jumlahnya besar, tetapi hingga saat ini porsi kredit di perbankan masih berkutat di kisaran 20%.

"Seperti tadi disampaikan oleh Bapak Ketua OJK bahwa target kita di tahun 2024, bisa mencapai 30% porsi untuk UMKM. Untuk bisa sampai ke angka tersebut, kita tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah saja, diperlukan strategi yang harus dijalankan dengan terobosan-terobosan dari sekarang dan diikuti aksi-aksi yang serius, konsisten, dan berkelanjutan,” kata Jokowi dalam sambutannya secara virtual pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022).

Karena itu, Jokowi tidak mau ada lagi pelaku usaha di sektor informal mengalami kesulitan mengakses kredit atau pembiayaan. "Tidak boleh lagi ada cerita misalnya akses kredit yang sulit, akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor informal sulit, UMKM kesulitan mengakses permodalan, korporasi sulit mengakses permodalan,” ujar Jokowi.

Hal ini harus dipermudah dan bisa dipercepat sehingga memberikan peluang besar bagi generasi muda yang memulai usaha dan UMKM untuk mengembangkan usaha, atau memperbesar skala usahanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan UMKM bisa menjadi komponen penting untuk pemulihan ekonomi nasional. Tak hanya itu, UMKM juga berperan dalam mengatasi persoalan bottleneck supply chain akibat tingginya tren kenaikan permintaan yang belum mampu dipenuhi para pemasuk karena belum pulihnya rantai pasok global.

"Keberhasilan UMKM bertransformasi di masa pandemi bisa menjadi modal awal yang penting untuk membawa mereka naik kelas, ke tingkat, ke level yang lebih tinggi, dan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi yang sedang kita lakukan,” terang Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan pembangunan infrastruktur masih terus dipacu dan dilanjutkan dengan reformasi di bidang manufaktur dan industri. Hilirisasi mineral dan ekspor barang-barang olahan hasil tambang juga akan terus ditingkatkan. "Bolak-balik saya sampaikan setelah nikel akan kita stop, bauksit akan kita stop, tembaga akan kita stop, timah akan kita stop, emas akan kita stop untuk tidak diekspor dalam bentuk raw material atau bahan mentah," tutur Jokowi.

Di samping itu, pemerintah juga akan terus menambah dan meningkatkan pembangunan berbagai kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru, meningkatkan ekspor manufaktur, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Kebijakan reformasi struktural juga akan terus dilanjutkan dengan berfokus pada pembangunan ekonomi berbasis lingkungan, sosial, dan pemerintahan, serta terus mendorong transformasi teknologi dan digitalisasi dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Saya mengharapkan dukungan dari sektor dan industri jasa keuangan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dan menyukseskan agenda reformasi struktural tersebut," tegas Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI