Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Resmi Diluncurkan Presiden, Ini yang Dimaksud Taksonomi Hijau

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:15 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS
Presiden Jokowi pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, Kamis, 20 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.comPresiden Jokowi secara resmi meluncurkan program Taksonomi Hijau Indonesia, dari Istana Bogor, Kamis (20/1/2022).

“Dan dengan mengucap bismillahir-rahmanir-rahim pada pagi hari ini saya luncurkan Taksonomi Hijau Indonesia,” kata Jokowi saat membuka pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan, Kamis (20/1/2022).

Taksonomi Hijau adalah klasifikasi pada berbagai aktivitas ekonomi. Pengklasifikasiannya didasarkan pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Klasifikasi yang disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini akan digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan oleh berbagai kementerian dan lembaga guna memberikan insentif atau disinsentif di bidang ekonomi hijau.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam laporannya menyebut OJK mengkaji sebanyak 2.733 klasifikasi sektor dan subsektor ekonomi sebagai bahan pertimbangan. Sebanyak 919 di antaranya telah dikonfirmasikan kepada kementerian terkait.

“Hal ini akan menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki Taksonomi Hijau selain Tiongkok, Uni Eropa, dan ASEAN,” katanya.


Wimboh Santoso. (Beritasatu.com)

Wimboh mencontohkan insentif yang sudah diberikan terkait dengan Taksonomi Hijau.

“Taksonomi Hijau akan menjadi pedoman bagi penyusunan kebijakan dalam memberikan insentif dan disinsentif dari berbagai kementerian dan lembaga termasuk di dalamnya OJK yang sudah memulai dengan ATMR (Aset Tertimbang Menurut Risiko) yang lebih rendah kredit kepada kendaraan berbasis baterai," kata Wimboh.

Akhir tahun lalu, Wimboh menyebut, Taksonomi Hijau dapat dijadikan acuan dalam menyamakan bahasa tentang kegiatan usaha atau produk dan jasa yang tergolong hijau.

Kegiatan usaha hijau adalah usaha yang mendukung upaya perlindungan lingkungan hidup dan mitigasi, serta adaptasi perubahan iklim yang telah sejalan dengan definisi yang berlaku secara internasional.

Taksonomi Hijau bersifat living document dan terbuka untuk mengalami penyesuaian dalam konteks pengembangan klasifikasi dan bentuk kegiatan usaha baru, sejalan dengan penegasan Presiden RI atas komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim di UN Climate Change Conference ke-26 (COP-26).

Taksonomi Hijau menjadi salah satu capaian atau kebijakan nasional, bersama dengan beberapa inisiatif di sektor-sektor lainnya seperti percepatan dekarbonisasi BUMN, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021-2030, perdagangan karbon, maupun Peta Jalan Pengembangan Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

OJK melibatkan 43 Direktorat Jenderal di delapan kementerian untuk memastikan ambang batas atas 2.733 sektor dan subsektor tadi untuk dikategorikan menjadi hijau (tidak membahayakan secara signifikan atau do no significant harm), kuning (menimbulkan kerusakan ringan atau slight harm), dan merah (melakukan kerusakan yang signifikan atau do significant harm).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI