Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sepanjang 2021, BI Realisasikan Pembelian SBN Rp 358,32 Triliun

Kamis, 20 Januari 2022 | 20:44 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB
Ilustrasi Bank Indonesia.

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan sepanjang tahun 2021 BI sudah merealisasikan pembelian SBN mencapai Rp 358,32 triliun.

Perry menjelaskan realisasi tersebut berdasarkan pembelian SBN melalui pasar perdana telah sesuai dengan keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang berlaku hingga 31 Desember 2022. Kemudian pembelian SBN melalui skema private placement sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 23 Agustus 2021

“Ini terdiri dari pembelian di pasar perdana sebesar Rp143,32 triliun. Kemudian pembelian SBN melalui (private placement sebesar Rp215 triliun untuk pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19”ungkapnya dalam konferensi pers RDG, Kamis (20/1/2022).

Upaya ini, merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam menjalankan peran dalam Pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 (APBN).

Selain itu BI juga terus berupaya untuk menjaga likuiditas tetap longgar, disertai dorongan kebijakan moneter yang tetap akomodatif.

“Bank Indonesia telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sepanjang 2021 mencapai Rp 14,83 triliun”ucapnya.

Guyuran Likuiditas 2022
Lebih lanjut, untuk tahun ini BI telah melanjutkan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar perdana dengan data hingga 18 Januari 2022 mencapai Rp 2,20 triliun dan quantitative easing sebesar Rp 5,93 triliun.

“Dengan ekspansi moneter tersebut, kondisi likuiditas perbankan pada Desember 2021 longgar, tercermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi mencapai 35,12% serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 12,21% (yoy)”tuturnya.

Disisi lain, likuiditas perekonomian meningkat, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh meningkat masing-masing sebesar 17,9% (yoy) dan 13,9% (yoy).

Oleh karena itu, untuk tahun ini, Bank Indonesia memastikan akan mulai melakukan normalisasi kebijakan likuiditas.

“Tetapi pengurangan likuiditas dengan tetap memastikan kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN”ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI