Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

SUN Energy dan Sojitz Dorong Energi Bersih di GIIC

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:30 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
SUN Energy telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Sojitz Indonesia dorong energi bersih di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat.

Jakarta, Beritasatu.com - PT SUN Energy, pengembang proyek tenaga surya telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Sojitz Indonesia, bagian grup Sojitz Corporation, konglomerasi Jepang yang beroperasi di 50 negara, untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di perusahaan yang berada di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

“Berdasarkan hasil studi SUN Energy, potensi pengembangan PLTS bersama Sojitz dapat mengurangi sekitar 83 juta ton emisi karbon dari kegiatan domestik di kawasan industri itu," kata Chief Commercial Officer SUN Energy, Dion Jefferson dalam keterangan tertulisnya Kamis (20/1/2022).

Sinergi ini menunjukkan kontribusi Sojitz untuk membangun kawasan industri ramah lingkungan melalui penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif. Implementasi teknologi PLTS di Kawasan GIIC yang memiliki 130 tenant dari sektor otomotif, logistik, makanan, hingga data center, dapat mengurangi emisi karbon sebagai elemen penting dalam mengatasi perubahan iklim.

Kerja sama di GIIC yang dikembangkan Sinar Mas Land dan Sojitz sejak pertengahan tahun 1990-an ini memperluas kolaborasi SUN Energy dengan Grup Sinar Mas untuk memberikan layanan terintegrasi keberlanjutan perusahaan. "SUN Energy senang menjadi bagian kolaborasi dengan para pelaku bisnis di kawasan industri untuk menciptakan solusi energi surya terintegrasi bagi kawasan industri hijau dan modern. Selain itu, instalasi PLTS ini juga dapat merangsang penciptaan lapangan kerja hijau yang bermanfaat bagi perekonomian daerah,” ujar Dion Jefferson.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa mengatakan dalam mewujudkan target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025, kawasan industri mempunyai peran penting mengingat kegiatan operasionalnya 24 jam sehingga membutuhkan pasokan energi listrik stabil. "Kawasan industri, terutama mereka yang mempunyai wilayah usaha, memiliki kewajiban melakukan perubahan sumber energi primer untuk pembangkitan listrik demi terwujudnya transisi energi hijau. Kawasan industri dapat menjadi kunci untuk transisi energi yang lebih cepat terealisasi,” ungkap Faby.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI