Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

NET TV, Autopedia, Mitra Angkasa Gelar IPO Pekan Ini, Simak Jadwalnya

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:10 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB
Komedian Cak Lontong akan meramaikan program Ramadan NET TV

Jakarta, Beritasatu.com - Calon emiten sektor media yakni PT Net Visi Media atau NET TV siap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pekan ini. Bersamaan dengan itu, dua emiten lainnya yakni PT Autopedia Sukses Lestari dan PT Mitra Angkasa Sejahtera juga mengikuti langkah yang sama.

Dalam aksi korporasi tersebut, NET TV yang bergerak di sektor media menawarkan sebanyak 765.306.100 saham atau setara dengan 4,37% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga pelaksanaan berkisar di Rp 196 per saham, maka perseroan berpotensi meraup dana segar sebanyak Rp 149.99 miliar.

Sesuai rencana, 18,5% dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja dalam industri manajemen seperti biaya pengembangan keahlian dan keterampilan serta biaya operasionalnya. Kemudian sebanyak 53% akan digunakan untuk membayar utang yang operasional program dan lainya dari PT Net Mediatama Televisi.

Sedangkan sisanya, sebanyak 28,5% digunakan oleh PT Net Media Digital untuk pembuatan dan pembelian program biaya operasional. Pencatatan dijadwalkan pada 26 Januari 2022. Adapun, PT NH Korindo Sekuritas dipercaya oleh NET TV sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi efek.

Lebih lanjut, entitas anak usaha dari PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yakni PT Autopedia Sukses Lestari juga menawarkan sebanyak 2,54 miliar saham yang setara dengan 20% modal yang ditempatkan dan disetor pada harga Rp 256 per saham. Sebanyak Rp 625,6 miliar berpotensi masuk kantong perseroan dalam aksi ini.

Adapun, dana yang diperoleh dari aksi IPO akan digunakan untuk modal kerja yakni sebanyak 64,98%. Kemudian, sebesar 35,02% digunakan oleh perseroan untuk membayar utang dengan jumlah mencapai Rp 225 miliar kepada PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) sebagai perusahaan induk perseroan dalam rangka memperkuat digitalisasi jual beli kendaraan bekas.

Masa penawaran dari ASLC akan dimulai pada 19 Januari 2022 sampai dengan 21 Januari 2022. Sesuai rencana, saham ASLC akan tercatat pada BEI pada tanggal 25 Januari 2022.

Sebagai informasi, Autopedia Sukses Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, mulai dari lelang mobil dan motor, jual beli mobil online, dan penyedia data harga mobil dan motor.

“Keputusan untuk melakukan IPO saat ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menangkap peluang bisnis kendaraan bekas yang masih terfragmentasi di Indonesia,” kata Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Candra.

Ia menambahkan, pasca IPO Autopedia akan mengembangkan ekosistem jual beli kendaraan bekas yang terintegrasi setelah resmi mendapatkan surat izin pra efektif dan izin publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Desember 2021.

"Pencapaian ini merupakan milestone penting bagi perseroan karena momen ini akan menjadi pondasi utama bagi Autopedia mengembangkan O2O business model untuk jual beli kendaraan bekas dengan melakukan transformasi teknologi dan digitalisasi lelang otomotif, serta menciptakan ekosistem jual beli mobil bekas yang lebih terintegrasi," ujarnya.

Sementara itu, emiten produsen mur yakni PT Mitra Angkasa Sejahtera mulai menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 21-26 Januari 2022. Dalam aksi tersebut, Mitra Angkasa menawarkan sebanyaknya 1.450.000.000 saham baru dengan harga Rp 100 per saham.

Mitra Angkasa akan melepas sekitar 30,21% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO nanti. Adapun target raihan pendanaan dari aksi korporasi ini adalah sebanyaknya Rp 145 miliar.

Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah PT UOB Kay Hian Sekuritas. Apabila tidak ada aral melintang, saham Mitra Angkasa Sejahtera akan mencatatkan sahamnya pada tanggal 27 Januari 2022.

Dalam prospektusnya, Mitra Angkasa Sejahtera menyebutkan dana yang diperoleh dari IPO, sekitar 6% akan digunakan untuk pembayaran utang usaha kepada pemasok, yaitu NA Fasteners Pte Ltd yang juga salah satu pemegang saham perseroan. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk pembelian persediaan, baik persediaan terkait produk yang sudah ada dari perseroan maupun persediaan produk baru yang selama ini belum disediakan oleh perseroan, seperti full range mur dan baut yang terbuat dari stainless steel, socket cap screw, dan hand tools.

Dengan adanya produk baru tersebut, kegiatan usaha BAUT diharapkan dapat menjadi lebih berkembang, di mana perseroan dapat menyediakan produk-produk mur dan baut dengan jenis yang lebih variatif, kepada pelanggan-pelanggan perseroan dalam rangka pengembangan usaha.

Kedepan, apabila jumlah hasil penawaran umum perdana saham tidak mencukupi untuk memenuhi rencana-rencana tersebut, maka Mitra Angkasa Sejahtera akan menggunakan pendanaan yang berasal dari internal kas perseroan dan pembiayaan dari pihak perbankan juga dari lembaga keuangan non-bank.

Masuk dalam Antrean
Berdasarkan catatan Investor Daily, per 14 Januari 2022, terdapat 30 perusahaan masuk daftar antrian pipeline pencatatan saham di BEI. Empat perusahaan bergerak di sektor teknologi. Selain itu, 12 perusahaan di antaranya dengan aset skala besar.

Adapun rincian per sektornya adalah empat perusahaan dari sektor industri, empat perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, sembilan perusahaan dari sektor consumer cyclicals, empat perusahaan dari sektor teknologi, satu perusahaan dari sektor healthcare, dua perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor finansial, tiga perusahaan dari sektor properti dan real estate, serta dua perusahaan dari sektor infra



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI