Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Upaya Pemerintah Cegah Kecelakaan Balikpapan Tidak Terulang

Senin, 24 Januari 2022 | 06:27 WIB
Oleh : WBP
Truk peti kemas mengalami rem blong menabrak kendaraan lain di perempatan lampu merah Muara Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat, 21 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan perlu adanya langkah mitigasi dalam menyikapi kejadian kecelakaan truk kontainer di Balikpapan, Jumat (21/1/2022).

"Yang penting adalah mitigasi untuk penanganan selanjutnya seperti apa. Akan diadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR terkait perubahan rekayasa yang akan dilakukan baik jangka pendek atau jangka panjang," kata Budi Setiyadi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/1/2022).

Budi mengatakan, perubahan rekayasa jangka pendek yaitu dengan pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan, sementara rencana jangka panjang yaitu usulan pembangunan fly over dari APBD Provinsi.

Budi mengatakan operasional kendaraan barang akan dibatasi hanya bisa pada pukul 22.00 hingga 05.00 yang mengacu pada peraturan Wali Kota Balikpapan. "Kondisi jalan dengan elevasi kurang lebih 10% memang kurang baik untuk turunan panjang, kondisi ini sama seperti di Kretek, Wonosobo dan Bumiayu. Maka, perlu dilakukan langkah mitigasi perbaikan seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang," ujarnya.

Di samping itu, ia mengungkapkan, hasil temuan sementara menyebutkan kendaraan truk kontainer yang terlibat kecelakaan sudah dimodifikasi berupa perpanjangan ROH (rear over hang) dan konfigurasi pada sumbu ban sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi asli kendaraan.

"Dari hasil temuan sementara, adanya tambahan ROH dan perubahan konfigurasi sumbu ban dari 1-1 menjadi 1-2-2 pada truk tersebut. Tapi sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan KNKT (Komite Nasional Kecelakaan Transportasi) dan pihak kepolisian karena penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi," kata Dirjen Budi.

Dengan kejadian ini, da berharap dan meminta kerja sama para pengusaha truk dan pemilik kendaraan logistik untuk mengutamakan aspek keselamatan dan menghindari muatan dan dimensi yang berlebih. "Kejadian ini berkaitan dengan ODOL (Over Dimension Over Loading), maka itu rencana ke depan mobil yang bermuatan berat akan dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil," katanya.

Tak hanya itu, Budi juga menjelaskan bahwa Kemenhub sudah melakukan pelatihan bagi pengemudi truk angkutan barang. Pihaknya juga akan lebih intensif menggelar pelatihan terutama pada kota prioritas dengan pelabuhan-pelabuhan besar. "Penanganan yang dilakukan merupakan suatu bentuk penanganan komprehensif untuk mengutamakan keselamatan tetapi tetap menjaga perekonomian," katanya.

Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi kecelakaan di Simpang Rapak, Minggu (23/1/2022), Dirjen Budi didampingi oleh Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol Singgamata, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Arih Franata Filipus Sembiring, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Timur, Junaidi, dan Tim KNKT.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI