Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BSS Mangkrak, Negara Kehilangan Potensi Pendapatan Rp 1,7 T

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:27 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH
Ilustrasi pertambangan

Jakarta, Beritasatu.com - Keputusan pemerintah mencabut ribuan izin usaha pertambangan operasi pertambangan (IUP OP) mineral, izin penguasaan berbagai lahan perkebunan dan kehutanan bertujuan mendorong para stakeholder untuk berbenah.

Namun di sisi lain hal ini dinilai akan menyebabkan hilangnya potensi pendapatan negara karena carut marut regulasi ataupun konflik internal perusahaan. Misalnya, IUP OP tambang batubara PKP2B PT Batubara Selaras Sapta dengan luas lahan 39.010 hektare di Kabupaten Paser yang sampai saat ini belum berproduksi.

Hal ini dikarenakan penyelesaian administrasi hukum yang belum terlaksana mengikuti Putusan PK MA RI nomor 168/PK.pdt/2016 sebagaimana belum berubahnya data MODI di Kementerian ESDM/MINERBA sesuai dengan Amar Putusan tersebut.

Sementara, tahapan Produksi IUP OP sudah diberikan sejak 3 Desember 2019, untuk jangka waktu 30 tahun pertama dan opsi perpanjangan 2 x 10 tahun. Karena belum berproduksi, tidak terjadi penyetoran kepada negara sebesar 13,5% sesuai ketentuan PKP2B generasi III.

Potensi penerimaan pendapatan negara mencapai US$ 126.661.995 atau setara Rp 1,7 triliun yang seharusnya sudah masuk kas negara, setidaknya dapat berkontribusi dalam penanganan berbagai kebutuhan pemerintah terutama disaat pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia.

Menurut Direktur Utama BSS, Revli Mandagie, saat ini manajemen PT BSS, lebih dari siap untuk melakukan produksi terutama mengatasi krisis pasokan batubara untuk PLTU PLN/IPP supaya terhindar dari pemadaman listrik secara mendadak.

"Dalam rangka program pengurangan emisi karbon, PT BSS tengah mempersiapkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait agar dapat merealisasikan Clean Coal Integrated Project, dengan pertimbangan utama demi menunjang ketersediaan energi di Ibu Kota Negara, Panajam, Kalimantan Timur,” ujar Revli dalam keterangan pers tertulis, Selasa (25/1/2022).

Dia menyatakan, ketahanan energi nasional menjadi pijakan utama untuk menyelamatkan krisis energi dalam kondisi darurat sebagaimana terjadi saat ini.

"Potensi pengembangan Clean Coal Integrated, merupakan gerakan terukur menghadapi persaingan global sehingga pemberdayaan SDA termasuk SDM penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas utama," tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI