Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Startup McEasy Tawarkan Solusi Digitalisasi Logistik

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:08 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / FER
Co-founder McEasy Raymond Sutjiono dan Hendrik Ekowaluyo.

Jakarta, Beritasatu.com - McEasy, startup manajemen dan pelacakan logistik pintar, menawarkan teknologi pelacakan armada kendaraan. Dengan biaya berlangganan kurang dari Rp 100.000/bulan/kendaraan, perusahaan berarmada dapat melacak dan mengendalikan kendaraan menggunakan solusi inovatif Vehicle Smart Management System (VSMS) dari McEasy.

Co-founder McEasy Raymond Sutjiono menerangkan, VSMS McEasy menggunakan Global Positioning System (GPS) tracker. Bukan merupakan teknologi baru, GPS tracker bagi kendaraan awalnya berfungsi untuk melacak posisi kendaraan dan merekam data perjalanan.

"Seiring dengan naik daunnya industri logistik, McEasy pun meningkatkan fungsi GPS tracker agar dapat memaksimalkan operasional dan mendorong digitalisasi logistik," ucap Raymond dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Raymond menambahkan, VSMS adalah tracker kendaraan berbasis GPS yang tidak hanya berguna bagi perusahaan besar. Perusahaan dengan armada yang lebih kecil, seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang logistik, dapat memanfaatkan solusi digital ini.

"VSMS mendigitalisasi proses logistik sehingga penggunanya dapat menghemat biaya operasional hingga 30% dan meningkatkan potensi pendapatan usaha," tambahnya.

VSMS McEasy menggabungkan GPS tracker dengan fleet management software. Selanjutnya, software besutan McEasy ini menyediakan analisis data untuk membantu pelanggan memonitor aktivitas kendaraan, memantau kondisi kendaraan dan mengendalikan kendaraan secara real-time 24/7 dan terotomasi.

Secara umum, performa industri logistik dan rantai pasok di Indonesia belum sebaik negara lain di Asia. Salah satu tantangan di industri ini adalah proses konvensional dan manual masih banyak diterapkan oleh industri serta sistem yang belum terintegrasi. Padahal, industri logistik Indonesia diperkirakan akan mencapai US$ 156,1 miliar pada 2023.

Raymond menjelaskan, proses logistik yang terotomasi membuat operasional lebih mudah dan lebih efisien bagi pihak-pihak yang terlibat. "Kami berharap agar berbagai jenis usaha, perusahaan besar hingga UKM logistik, dapat turut merasakan keunggulan dari manajemen logistik yang terdigitalisasi,” ujar dia.

Selain VSMS McEasy, startup berasal dari Surabaya ini juga menawarkan solusi digital TransportationManagement System (TMS) dan Smart Driver Apps. TMS McEasy adalah software cerdas terintegrasi untuk proses pengiriman barang yang efisien dan terpadu. Smart Driver Apps adalah aplikasi bagi pengemudi armada yang terlibat di dalam proses logistik perusahaan.

Sejauh ini, sejumlah perusahaan besar dan UKM telah menggunakan solusi digital logistik yang telah dikembangkan McEasy. Salah satunya adalah PT Alam Baja Nusantara, sebuah UKM yang bergerak dalam bidang produsen baja ringan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI