Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Lanjutkan Transformasi Bisnis, Pos Indonesia Optimistis Tumbuh Pesat pada 2022

Sabtu, 29 Januari 2022 | 07:45 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Selama tahun 2021, Pos Indonesia mendapatkan 14 penghargaan dari Pemerintah maupun dari berbagai lembaga yang berkompeten.

Bandung, Beritasatu.com- PT Pos Indonesia menyatakan optimistis dapat tumbuh pesat pada tahun 2022 dengan melanjutkan transformasi bisnis. Sebelumnya, Pos Indonesia mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun “turn around”, yakni tahun Pos Indonesia akan membalikkan arah, dari yang negatif menjadi positif.

“Kita melakukan transformasi selama setahun ke belakang dan akan diteruskan 2022 basic-nya adalah meletakkan fundamental, baik dalam teknologi, proses bisnis, di bisnis itu sendiri, pengelolaan keuangan, teknologi informasi, human capital management adalah meletakkan fundamental. Selebihnya harus berpikir tentang inovasi, sebuah perubahan yang dahyat,” kata Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi di Bandung, Jumat (28/1/2022).

Menurut Faizal, dua kata kunci yang paling tepat di tengah era disrupsi teknologi ini adalah adaptasi dan inovasi. Itu sebabnya Pos Indonesia merancang transformasi di berbagai bidang, merancang perubahan-perubahan penting di setiap lini strategis, agar perusahaan ini bisa bertahan di abad yang penuh kelincahan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas ini.

Dalam rangka adaptasi dan berinovasi tersebut, kata Faizal, Pos Indonesia telah merancang tujuh transformasi penting yaitu Transformasi Bisnis, Transformasi Produk dan Channel, Transformasi Proses Operasi, Transformasi Teknologi, Transformasi Sumber Daya Manusia, Transformasi Organisasi, dan Transformasi Budaya Perusahaan.

Ketujuh program transformasi ini secara bertahap telah menampakkan hasil. Dalam Tranformasi Bisnis, Pos Indonesia telah banyak membantu Program Cashless Society Pemerintah dengan menjadikan UMKM sebagai merchant QRIS. Berikutnya diperkenalkan O-Ranger Mawar, petugas kurir sekaligus pick-uper wanita untuk penggarapan produk-produk wanita.

Pada Transformasi Produk dan Channel yang langsung dirasakan oleh customer ini dibuktikan dengan diluncurkannya dua aplikasi mobile yaitu PosPay untuk Layanan Jasa Keuangan dan PosAja untuk layanan jasa Kurir dan Logistik. Kedua aplikasi ini telah dirasakan sangat membantu, memudahkan dan mendekatkan pelayanan Pos Indonesia kepada masyarakat.

“Berkat kerja keras semua insan pos, di penghujung tahun 2021 jumlah Number of Account (NoA) PosPay telah mencapai lebih dari 1,5juta NoA dan downloader PosAja telah mencapai lebih dari 223.000,” ujar Faizal.

Selama tahun 2021 Pos Indonesia juga mendapatkan 14 penghargaan dari pemerintah maupun dari berbagai lembaga yang berkompeten, yaitu: satu penghargaan di bidang keteladanan, tiga penghargaan di bidang Digital Branding, Marketing Creative and Brand Strategy, empat penghargaan di bidang Governance Risk anagement Compliance (GRC), tiga penghargaan di bidang Digital Implementation on Transportation and Logistic, IT and Operation, dua penghargaan di bidang Human Capital, dan satu penghargaan di Bidang satra dan budaya.

Faizal mengatakan kinerja Pos Indonesia tahun 2021 semakin sehat ditandai dengan pertumbuhan Net Income 71 persen sebesar Rp 584 miliar, salah satunya berasal dari kontribusi kebijakan efisiensi biaya sebesar -16 persen. Revenue Outlook 2021 mengalami penurunan dibandingkan 2020 karena program penyaluran BST tahun 2021 lebih kecil. Kontribusi efisiensi biaya yang paling signifikan diperoleh dari biaya administrasi yang turun 64 persen, biaya umum 46 persen dan biaya operasi 29 persen.

Pada bidang operasi, kinerja SWP (Standar Waktu Penyerahan) secara nasional pada tahun 2021 adalah sebagai berikut: SWP Q9 sebesar 98,62 persen, Pos Ekspress 93,58 persen, Pos Kilat Khusus 91,29 persen, dan pencapaian kinerja CCH sebesar 97,51 persen.

Memasuki 2002 di tengah aneka disrupsi yang terjadi saat ini, tantangan besar menghadang Pos Indonesia. Kendati demikian, kesempatan juga terbuka lebar khususnya di era pandemi Covid-19. Tantangan Pos Indonesia hari ini adalah bagaimana bisa adaptif dan relevan dengan perubahan zaman, menuju tekad Pos Indonesia untuk menjadi juara.

“Di tengah industri yang terus tumbuh dengan peluang pasar juga masih terbuka lebar, Pos Indonesia optimis untuk menjadi juara. Dengan memiliki portofolio jasa keuangan serta kantor cabang dan agen di seluruh Indonesia, sekitar 4.850 cabang di seluruh Indonesia serta 20.000 agen yang ada di Indonesia, maka Pos Indonesia secara kontinyu terus mengubah, pengembangan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi termasuk dalam rangka menggaet pasar e-commerce di Indonesia,” tutur Faizal.

Pos Indonesia terus melakukan perbaikan kualitas operasi dengan membentuk Tim Saber (Sapu Bersih) Kiriman Pos, sehingga tidak ada lagi kiriman yang tertinggal dan terlambat diproses atau diserahkan kepada penerimanya. Tim Saber Kiriman Pos mempunyai tugas dan tanggung jawab di setiap tahapan proses, mulai dari first mile, midmile dan last mile.

Pada tahun 2022 Pos Indonesia juga menargetkan jumlah O-Ranger pada tahun ini naik tiga kali lipat atau mencapai 20 ribu agen dari posisi saat ini sebanyak 9.300 agen.

Dalam RKAP 2022 Pos Indonesia menetapkan target pertumbuhan Revenue sebesar 21,51 persen, target pertumbuhan Net Income sebesar 8,2 persen dan pertumbuhan EBITDA sebesar 22,05 persen, sehingga diharapkan aset perusahaan dapat tumbuh sebesar 8,81 persen.

“Tentu Pos Indonesia tidak akan bisa meraih itu semua tanpa jerih payah dan kerja keras dari seluruh Insan Pos. Pos Indonesia songsong tahun 2022 dengan semangat baru, seiring dengan bangkitnya ekonomi pasca pandemi, serta potensi pasar yang masih terbuka luas,” pungkas Faizal



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI