Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Erick Thohir dan Teten Optimalkan Belanja BUMN untuk Produk UMKM

Minggu, 8 Mei 2022 | 11:15 WIB
Oleh : FMB
Dari kiri ke kanan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi dan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementrian Koperasi dan UKM Siti Azizah, saat peluncuran Talenta Wirausaha BSI di SMESCO, Jakarta, Rabu, 19 Januari 2022. BSI menggelar program ini sebagai bentuk keseriusan untuk melahirkan wirausaha muda dan membangkitkan ekonomi ummat melalui penguatan sektor bisnis ekonomi rakyat.

Bali, Beritasatu.com - Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sepakat untuk mengoptimalkan anggaran BUMN untuk berbelanja produk koperasi dan UMKM, khususnya untuk nilai tender di bawah Rp 400 juta.

Kerja sama ini dalam rangka menindakanjuti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pengadaan barang dan jasa pemerintah lebih banyak menggunakan produk dalam negeri.

Kolaborasi tersebut menguatkan komitmen bersama yang sudah dilakukan Erick dan Teten melalui inisiatif platform digital Pasar Digital atau PaDi UMKM yang mempertemukan seluruh BUMN dengan pelaku UMKM. Sejak Agustus 2020 hingga 25 April 2022, sudah ada lebih dari 15.000 UMKM tergabung dalam PaDi UMKM dengan transaksi yang tercatat mencapai Rp 20 triliun.

"BUMN sebetulnya tugasnya ada tiga yakni pembiayaan, pendampingan, dan membuka akses pasar. Tetapi kita tidak mungkin membuka akses pasar sendiri tanpa dukungan kementerian lain, jadi perlu sinergi," kata Menteri Erick saat mengunjungi acara Telkomsel Pasar Nusa Dua di Bali Collection, Kawasan ITDC Nusa Dua Bali, Sabtu (7/5/2022).

Komitmen Erick Thohir untuk mendukung produk koperasi dan UMKM juga ditegaskan pada acara Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia pada 25 April 2022. Pada saat itu, dia menegaskan akan mencopot Direksi BUMN yang tidak menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo terkait peningkatan pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dalam hal ini UMKM.

“Ada lebih dari 100 hotel BUMM yang kita gabungkan. Nanti semua produknya harus di-support UMKM dengan Sarinah yang menjadi agregatornya. Jadi brand-nya Sarinah tapi produk belakangnya sebenarnya UMKM semua,” kata Erick.

Begitu pula untuk fasilitas publik milik BUMN yang lain misalnya rumah sakit, juga akan diupayakan untuk menggunakan produk-produk dari koperasi dan UMKM.

Di tempat yang sama, Menteri Teten menambahkan bahwa produk UMKM saat ini berkualitas dan mengikuti tren masyarakat yang meminati produk yang unik dan langka. Sebab, sebagian besar KUMKM di tanah air merupakan penghasil produk artisan yang memiliki keunikan dan tidak diproduksi secara banyak.

"Produk UMKM tidak kalah dengan produk industri, karena ini produk artisan dan ini jadi keunggulan karena barangnya langka, jadi semakin langka semakin bagus," ucap Menteri Teten.

Oleh karena itu, ia mendorong kementerian/lembaga dan BUMN untuk mengoptimalkan belanja produknya pada produk dan jasa KUMKM yang kini terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Menteri Teten juga menyatakan bahwa saat ini Kemenkop UKM tengah menyiapkan hadirnya UMKM masa depan yang berbasis inovasi dan teknologi. UMKM juga diharapkannya dapat memiliki daya saing dan siap untuk memasuki pasar global.

"Kita juga ingin siapkan the future SMEs kita yang berbasis inovasi teknologi. Roadmapnya sudah ada, ini sudah kita siapkan dan sekarang tinggal kita bentuk kolaborasi dengan semua pihak," katanya.

Menteri Teten menambahkan saat ini UMKM pun sedang dipromosikan dalam perhelatan presidensi G-20 Indonesia, di mana ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk UMKM unggulan ke mata dunia.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus untuk mempromosikan beragam produk UMKM yang sudah dikurasi untuk unjuk gigi di berbagai perhelatan side event G-20.

“Kami ingin mendorong UMKM agar siap masuk pasar global," katanya



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI