Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dikabarkan Batal, MNC Energy Tetap Gelar Private Placement

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:03 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP
Ilustrasi batu bara.

Jakarta, Beritasatu.com- PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), perusahaan energi terintegrasi, tetap menjalankan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini menanggapi kabar bahwa perseroan membatalkan agenda non-HMETD.

Head of Investor Relations PT MNC Energy Investments Natasha Yunita menjelaskan, private placement saham kepada investor strategis dan investor jangka panjang tetap akan dilakukan melalui mekanisme penambahan modal dengan HMETD atau rights issue yang dilakukan saat ini dan melalui non-HMETD setelah lewatnya batas waktu bulan Juli 2022 mendatang.

Untuk diketahui, IATA sebelumnya telah melakukan penambahan modal non HMETD pada bulan Juli 2020. Sesuai ketentuan OJK, pelaksanaan non-HMETD berikutnya dapat dilakukan paling cepat 2 tahun setelahnya, atau setelah bulan Juli 2022.

“Dengan demikian, tidak ada rencana pembatalan private placement melalui non-HMETD, tetapi yang terjadi adalah penundaan pelaksanaan non-HMETD karena adanya peraturan OJK No 14/POJK.04/2019, bahwa non-HMETD hanya dapat dilaksanakan setiap 2 tahun sekali,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/5/2022).

Penambahan modal saat ini tetap akan dilakukan melalui mekanisme rights issue yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu 18 Mei 2022.

“Diharapkan melalui rights issue yang sedang diproses saat ini dan nantinya penambahan modal melalui non-HMETD, MNC Energy dapat mengundang investor strategis dan/atau investor jangka panjang yang ikut bersama-sama membangun dan mengembangkan usaha perseroan di bidang energi,” kata dia.

Adapun sebelumnya, emiten Hary Tanoesoedibjo tersebut mengumumkan bahwa menemukan cadangan batu bara melalui perusahaan yang baru diakuisisinya, yaitu PT Arthaco Prima Energy (APE).

Hal itu berdasarkan laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) atas izin usaha pertambangan (IUP) APE menemukan cadangan 20,58 juta MT dengan GAR 3.250 kg/kcal pada pengeboran tahap 1 di lahan seluas 380 Ha, dari total area cadangan saat ini 2.059 Ha. Adapun sumber daya batu bara tahap 1 mencapai 138,85 juta MT.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI