Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bursa Saham Ambles, BEI Nyatakan Tak Ada yang Mundur IPO

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:45 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP
Pengunjung mendokumentasikan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com– Meski Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambruk 8,73% dan kapitalisasi pasar bursa turun 7,23% sepanjang pekan lalu, namun animo calon emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tetap besar.

Hal itu kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna terlihat dari jumlah pipeline penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang masih ada sebanyak 38 hingga 10 Mei 2022 ini. Di mana, dalam kondisi ini tidak ada yang menyatakan untuk mundur go public.

“Sampai dengan tanggal 10 Mei 2022, terdapat 38 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham di BEI. Perusahaan tersebut masih dalam proses IPO (on schedule),” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, Selasa (17/5/2022).

Bahkan, kata Nyoman, berdasarkan catatan BEI, sampai dengan tanggal 13 Mei 2022, dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu, jumlah perusahaan yang melakukan penundaan IPO relatif berkurang. “Kami berharap seluruh perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham, dapat segera mencatatkan sahamnya di bursa,” ungkapnya.

Nyoman mengatakan, perusahaan yang telah merencanakan IPO dan menyampaikan dokumen pernyataan pendaftaran maupun permohonan pencatatan, dipastikan telah merencanakan aksi korporasi dengan matang. “Kami berharap, perusahaan yang berencana IPO dapat merealisasikannya sesuai rencana,” pungkasnya.

Sementara itu, ia menilai penundaan IPO d BEI bisa terjadi karena berbagai faktor, baik internal perusahaan maupun eksternal. Faktor eksternal di antaranya kondisi pasar modal yang kurang kondusif, perubahan peraturan, dan lain-lain. Sedangkan faktor internal misalnya perusahaan memperoleh investor strategis yang dapat mempengaruhi kebijakan atau restrukturisasi group perusahaan.

“Dalam hal kondisi ekonomi maupun pasar modal sudah relatif kondusif, kami memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut dapat menyampaikan kembali permohonan pencatatan kepada Bursa,” kata Nyoman.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI