Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Program Migor Rakyat Permudah Akses Penjualan Minyak Goreng

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:42 WIB
Oleh : Herman / FER
Muhammad Lutfi.

Jakarta, Beritasatu.com - Pascapencabutan larangan ekspor CPO (crude palm oil) atau minyak sawit mentah dan produk olahannya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama BUMN dan pelaku usaha akan terus memperluas akses penjualan minyak goreng (migor) curah, salah satunya melalui program Migor Rakyat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan, program Migor Rakyat dalam implementasinya akan menggunakan teknologi aplikasi digital yang tersinkronisasi secara nasional. Setiap orang dapat membeli minyak goreng curah 1-2 liter per hari dengan menunjukkan KTP.

“Saat ini sudah tersedia lebih dari 2.000 titik, dan dalam waktu dekat terjangkau 10.000 titik,” kata Mendag Lutfi dalam keterangan pers di channel Youtube Kementerian Perdagangan, Jumat (20/5/2022).

Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka kembali keran ekspor CPO dan produk olahannya, Kemendag juga akan mencabut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil; Refined, Bleached and Deodorized (RBD) Palm Oil; RBD Palm Olein, dan used cooking oil.

“Sesuai arahan bapak presiden, ekspor CPO dan turunannya akan mulai dibuka kembali tanggal 23 Mei 2022 yang akan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan. Hal-hal yang akan diatur mencakup aturan-aturan terkait, tetapi tidak terbatas pada eksportir terdaftar, ketentuan domestic market obligation (DMO) dan turunannya, serta mekanisme pengawasan dengan melibatkan aparat penegak hukum,” kata Mendag.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kesempatan sebelumnya juga mengungkapkan, ketersediaan minyak goreng yang cukup dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat merupakan prioritas utama Pemerintah.

Sejak kebijakan pelarangan ekspor sementara seluruh produk CPO dan turunannya diterapkan pada April lalu, pasokan minyak goreng curah telah pada bulan April mencapai 211.638,65 ton per bulan atau melebihi kebutuhan bulanan nasional yaitu sebesar 194.634 ton per bulan.

Kebijakan tersebut juga berdampak terhadap harga minyak goreng curah yang menurun dari Rp 19.800 per liter menjadi Rp 17.200 hingga Rp 17.600 per liter.

“Ketersediaan pasokan dan penyaluran minyak goreng terus menerus dimonitor dengan memanfaatkan antara lain aplikasi di Kemenperin (SiMIRAH), dan distribusi di pasar akan menggunakan sistem yang berbasis KTP. Target pembeli diharapkan akan tepat sasaran,” kata Menko Airlangga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI