Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Wall Street bak Roller Coaster karena Kekhawatiran Resesi

Sabtu, 21 Mei 2022 | 05:59 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.

New York, Beritasatu.com - Meningkatnya kekhawatiran resesi mendorong bursa AS Wall Street masuk ke pasar bearish (tertekan) pada Jumat (20/5/2022) setelah S&P 500 sempat jatuh 20% dari level tertinggi sepanjang masa. Namun berbalik arah hingga ditutup di zona hijau pada penutupan.

Bak roller coaster, S&P 500 berakhir naik 0,01% menjadi 3.901,36 pada Jumat setelah jatuh 2,3% di awal sesi. Pada posisi terendahnya, S&P 500 berada 20,9% di bawah tertinggi intraday pada Januari. Indeks ditutup sekitar 19% di bawah rekornya.

Sementara Dow Jones Industrial Average naik 8,77 poin menjadi 31.261,90 setelah sempat turun 600 poin. Nasdaq Composite turun 0,3% dan sudah jauh di wilayah pasar bearish, 30% dari posisi tertingginya.

"Saham di Wall Street masih dihargai bebas, psikologi yang mendorong mereka naik selama 1 dekade telah berubah menjadi negatif," tulis Ketua perusahaan investasi Sanders Morris Harris, George Ball.

“Rata-rata pasar bearish berlangsung setahun (338 hari, lebih tepatnya). Penurunan ini telah berjalan hanya sepertiga dari itu, jadi mungkin memiliki lebih banyak ruang turun, meskipun diselingi reli sementara”.

Untuk minggu ini, Dow Jones kehilangan 2,9% penurunan beruntun 8 minggu pertama sejak 1923. S&P 500 kehilangan 3%, sementara Nasdaq ambles 3,8%. Keduanya membukukan penurunan 7 minggu berturut-turut.

“Penurunan minggu ini terasa seolah-olah Wall Street mulai menyadari bahwa pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas S&P 500 dalam bahaya karena inflasi akan terus meningkat sepanjang tahun,” tulis Manajer Portofolio Aptus Capital Advisors, David Wagner.

Amerika Serikat (AS) telah menghadapi tekanan inflasi yang diperburuk lonjakan harga energi imbas perang Ukraina-Rusia.

Lonjakan inflasi menyebabkan bank sentral Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga pada Maret untuk pertama kalinya dalam 3 tahun. Awal bulan ini, bank sentral menjadi lebih agresif dan menaikkan suku bunga setengah poin persentase.

Pada awalnya, pelemahan Wall Street akibat aksi jual saham pertumbuhan dan teknologi yang bernilai tinggi. Namun penurunan meluas ke sektor lain. Hingga penutupan Jumat, energi adalah satu-satunya sektor S&P 500 yang positif tahun ini.

Wall Street terus membuang saham semikonduktor pada Jumat di tengah kekhawatiran resesi dan karena Bahan Terapan menurunkan pedomannya. Applied Materials, produsen peralatan pembuat chip, kehilangan 3,9%. Saham Nvidia dan Advanced Micro Devices masing-masing turun 2,5% dan 3,3%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI