Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pasar Kripto Anjlok, Investor Beralih ke Trading Forex

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:07 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Trading Analyst Didimax, Cenli Yani.

Jakarta, Beritasatu.com - Baru-baru ini sedang hangat menjadi perbincangan di kalangan investor kripto dan masyarakat luas, mengenai ambruknya pasar kripto.

Adapun yang paling heboh adalah, terjun bebasnya harga kripto Luna sebesar 99,9% ke titik terendah Rp 0,5 per koin alias kurang dari satu rupiah.

Di tengah ketidakpastian global ini, investor yang menanamkan asetnya di Luna banyak yang mencairkan uangnya saat harga mata uang digital tersebut mulai turun.

Akibatnya, harga Luna pun makin anjlok dan berujung dibekukan dalam perdagangan di berbagai platform blockchain.

Para investor Luna yang panik karena kehilangan uang, mulai melakukan aksi jual rugi atas kripto tersebut. Selain penurunan di aset kripto Luna, penurunan juga diikuti oleh sejumlah aset kripto lainnya.

"Investor kripto sekarang beralih ke trading forex yang dinilai lebih rendah risikonya di bandingkan investasi di kripto," kata analyst Didimax, Cenli Yani dalam keterangan persnya, Minggu (22/5/2022).

Sayangnya, lanjut Cenli, seiring dengan pulihnya keadaan ekonomi masyarakat karena meredanya pendemi Covid-19, semakin banyak pula kasus-kasus investasi bodong mencuat ke ranah publik.

"Seharusnya, ini menjadi opsi investor dan masyarakat untuk lebih bijak memilih investasi,” tegasnya.

Cenli mengatakan, salah stau investasi yang liquid dan menguntungkan adalah trading forex. Akan tetapi harus dilakukan pada broker forex berizin. Adapun salah satu broker forex yang aman dan terpercaya, yang satu-satunya memberikan edukasi bimbingan intens secara gratis yaitu Didimax.

Broker Didimax ini sendiri merupakan sebuah perusahaan pialang dengan legalitas resmi yang di awasi langsung oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan merupakan anggota dari JFX (Jakarta Futures Exchange) dan KBI (Kliring Berjangka Indonesia).

"Dana nasabah itu aman, karena setiap pergerakan kami di awasi langsung oleh Bappebti. Kami pun anggota dari KBI. Kami punya yang namanya segregated account atau rekening pemisah antara dana nasabah dengan dana oprasional perusahaan. Rinciannya, 70% dana nasabah di KBI, sementara 30%-nya ada di segregated account," terang Cenli.

Bukan hanya mengenai profil perusahaannya saja, untuk mengikuti invetasi trading forex ini diperlukan ilmu yang mumpuni agar tidak menjadi korban oknum oknum yang mengatasnamakan trading.

Maraknya investasi titip dana trading dengan keuntungan bagi hasil dikarenakan kurangnya pemahaman investor dan masyarakat mengenai bagaimana berinvestasi yang baik dan benar di bidang trading forex.

"Didimax menyediakan edukasi bimbingan secara gratis, intens pula secara online dan offline. Kami mengajarkan bagaimana cara meminimalisir risiko kerugian dalam trading forex untuk mendapatkan keuntungan yang konsisten," paparnya.

Menurut Cenli, trading forex ini merupakan transaksi yang paling aman. "Karena investor atau kita sendiri yang mentransaksikan modal kita sendiri, dan kita yang membuatkan plan untuk bisnis kita sendiri, mau profit berapa dan berapa persentase kerugian yang perlu di keluarkan. Tanpa intervensi orang lain," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI