Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga CPO Melonjak, Laba Cisadane Sawit Raya Naik 150%

Selasa, 24 Mei 2022 | 14:05 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FER
Kelapa sawit.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan lonjakan laba bersih sebanyak 150% menjadi Rp 103,41 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 41,38 miliar. Hal ini, menghasilkan ekspansi marjin bersih ke level 40,6%.

Corporate Secretary Cisadane Sawit Raya Iqbal Prastowo menjelaskan, meningkatnya laba bersih sejalan dengan harga jual rata-rata Crude Palm Oil (CPO) yang lebih tinggi sepanjang awal tahun 2022. Selama periode tersebut, perseran berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 254,89 miliar atau naik 44% dari sebelumnya Rp 175,9 miliar.

"Average Selling Price (ASP) CPO meningkat sekitar 53,9% secara tahunan sedangkan harga jual Kernel meningkat sebesar 79,8% dan Tandan Buah Segar (TBS) meningkat sebesar 63,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/5/2022).

Disamping ASP yang lebih tinggi, lanjut Iqbal, peningkatan angka penjualan juga disebabkan oleh penerapan strategi manajemen yang baik. Perseroan telah menyusun strategi jangka panjang yang baik dalam menjaga keberlangsungan usaha melalui strategi cost control yang telah terbukti membuahkan hasil selama beberapa tahun ini.

"Kedepan, perseroan telah memperkirakan pertumbuhan produksi yang konsisten seiring dengan profil usia perkebunan yang ideal pada usia produksi yang prima," tegasnya.

Sebagai catatan, sebanyak 70%-80% tanaman menghasilkan yang ada di kebun Cisadane Sawit Raya berada di bawah usia 18 tahun. Secara operasional, selama kuartal pertama 2022 produktivitas TBS berada pada 4,2 ton/ha, atau sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang berada pada level 4,6 ton/ha.

Namun demikian, produksi CPO atau OER meningkat dari 19,9% di kuartal pertama 2021 menjadi 20,4% di kuartal pertama 2022 dan produksi kernel dalam ton atau KER meningkat dari 4,7% menjadi 5,1% di pada periode yang sama.

Menurut Iqbal, penurunan produksi sendiri merupakan ekses terukur dari proyek strategis CSRA. Dimana Cisadane Sawit Raya fokus dalam memanfaatkan pertumbuhan laba secara bertanggung jawab, seperti ESG yang menjadi suatu hal penting yang bersifat material bagi para pemangku kepentingan.

“Hal tersebut sejalan dengan upaya yang dilakukan secara continue untuk bertransisi ke green economy, mendukung pemberdayaan ekonomi nasional dan memastikan langkah yang kami tempuh sudah sesuai dengan visi kami, serta tetap dapat memperlihatkan hasil nyata dalam jangka pendek,” kata dia.

Sementara itu, posisi neraca Cisadane Sawit Raya per tanggal 31 Maret 2022 tidak terdapat perubahan yang signifikan dibandingkan posisi per tanggal 31 Desember 2021, total aset berada pada level Rp 1,77 triliun atau naik 1,1%.

Total liabilitas ditutup sebesar Rp 887,56 miliar atau turun 8,7%, dan posisi ekuitas berada di level Rp 884,70 miliar atau naik 13,2% seiring dengan pertumbuhan kinerja pada tahun berjalan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI