Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Minyak Menguat Tipis di Tengah Ketatnya Pasokan

Rabu, 25 Mei 2022 | 06:40 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi pengeboran lepas pantai untuk mendapatkan minyak bumi.

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak naik tipis atau mendekati datar (flat) pada Selasa (24/5/2022) setelah perdagangan berfluktuasi karena kekhawatiran ketatnya pasokan mengimbangi kemungkinan resesi dan pembatasan Covid-19 di Tiongkok.

Minyak mentah Brent naik 14 sen menjadi US$ 113,56 per barel dan minyak West Texas Intermediate (WTI) AS turun 52 sen menjadi US$ 109,77 per barel.

Minyak telah melonjak tahun ini dengan Brent mencapai US$ 139 pada Maret, tertinggi sejak 2008, setelah invasi Rusia ke Ukraina memperburuk kekhawatiran pasokan.

Harga turun pada Selasa setelah Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan Presiden AS Joe Biden tidak mengesampingkan penggunaan pembatasan ekspor untuk mengurangi melonjaknya harga bahan bakar domestik. “Asumsi awal akan menurunkan harga produk di Amerika Serikat,” kata analis Price Futures Group, Phil Flynn.

Faktor lain yang membebani harga minyak adalah kekhawatiran ancaman terhadap ekonomi global, sebagai tema utama pertemuan World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos minggu ini.

Sementara Beijing meningkatkan upaya karantina untuk mengakhiri wabah Covid-19. Adapun penguncian Shanghai akan dicabut dalam waktu kurang dari seminggu.

Harga minyak sebelumnya naik karena Uni Eropa semakin dekat menyetujui larangan impor minyak Rusia. "Embargo kemungkinan akan disetujui dalam beberapa hari," kata menteri ekonomi Jerman pada Senin (23/5/2022).

Perjalanan selama akhir pekan pada US Memorial Day diperkirakan akan menjadi hari tersibuk dalam 2 tahun karena lebih banyak pengemudi turun ke jalan meskipun harga bensin naik.

Investor juga akan memantau laporan inventaris mingguan American Petroleum Institute untuk mengetahui permintaan minyak. Analis memperkirakan persediaan bensin dan minyak mentah lebih rendah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI