Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Emas Menguat karena Imbal Hasil Obligasi Tertekan

Rabu, 25 Mei 2022 | 07:58 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi emas.

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas menguat pada Selasa (24/5/2022) karena pelemahan dolar AS ke level terendah 1 bulan untuk sesi kedua berturut-turut, membuat emas batangan yang dihargakan dengan greenback lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Harga emas di pasar spot naik 0,7% pada US$ 1.866,39 per ons dan harga emas berjangka AS menguat hampir 1% menjadi US$ 1.865,3, atau ke level tertinggi sejak 9 Mei ketika emas diperdagangkan setinggi US$ 1.885.6.

Dolar sebagai aset safe-haven pesaing emas, telah jatuh di tengah penurunan imbal hasil Treasury dari posisi puncak beberapa tahun, menyusul pelonggaran agresif Federal Reserve (the Fed) yang sudah diperhitungkan.

"Pelemahan dolar membantu emas menembus kembali di atas rata-rata 200 hari, dan kami belum yakin greenback berada di titik terendah," kata analis pasar City Index, Matt Simpson.

Presiden Bank Federal Reserve Kansas City Esther George mengatakan pihaknya mengharapkan bank sentral AS menaikkan suku bunga sesuai target menjadi sekitar 2% pada Agustus. Sementara tindakan lebih lanjut tergantung pada penawaran dan permintaan yang mempengaruhi inflasi.

Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, dilihat sebagai penyimpan nilai aman selama masa krisis ekonomi, cenderung menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga AS dinaikkan.

Sementara Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan pada Selasa bahwa suku bunga deposito ECB pada nol atau "sedikit di atas" akan terjadi pada akhir September, menyiratkan peningkatan 50 basis poin dari level saat ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI