Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Airlangga: Transisi Energi Ciptakan 65 Juta Pekerjaan di 2030

Rabu, 25 Mei 2022 | 21:02 WIB
Oleh : FER
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi panelis pada sesiworkshop bertema Financing a Just Transition in Emerging Markets dalam rangkaianpertemuan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022).

Davos, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap demi keamanan iklim di masa depan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam rangkaian pertemuan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022).

Airlangga menyampaikan, transisi energi yang adil dan terjangkau menuju ekonomi hijau dapat menghasilkan hingga US$ 26 triliun dalam net benefits dan 65 juta pekerjaan bernilai tinggi pada tahun 2030. Namun dibutuhkan biaya besar untuk mencapainya.

"Misalnya, dibutuhkan sekitar US$ 25 miliar untuk menurunkan 5,5 gigawatt pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia secara bertahap atau setara dengan seperempat dari pendanaan iklim tahunan yang dijanjikan oleh negara maju kepada negara berkembang," paparnya.

Menurut Airlangga, untuk mewujudkan komitmen tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah konkret dan inovatif di antaranya, platform SDG Indonesia One yang telah mencapai US$ 3,2 miliar dalam waktu kurang dari 4 tahun, penerbitan sukuk hijau, dan rencana mekanisme penerapan carbon pricing untuk mobilisasi peralihan energi di sektor swasta.

"Selain itu, ada juga program ETM (energy transition mechanism) dengan ADB (Asian Development Bank), dan secara kolektif mengurangi emisi gas CO2 sebesar 200 juta ton per tahun secara bersama dengan Filipina dan Vietnam," paparnya.


Airlangga menjelaskan, Indonesia mengambil bagian dalam mencapai phase down batu bara. Untuk itu, menjadi tugas penting generasi ini untuk mewariskan planet yang layak huni bagi generasi mendatang.

"Perlu dilakukan transformasi pada gaya hidup manusia, terutama di sektor energi yang mewakili 72% dari total emisi global," tegasnya.

Tidak hanya berfokus dengan proses transisi energi, Airlangga menegaskan, pemerintah juga memikirkan lapangan pekerjaan di sektor pertambangan batu bara yang akan terdampak dari transisi energi yang dilakukan.

"Untuk mengatasi dilema ini, kita harus menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan, serta berinvestasi dalam pelatihan dan reskilling pekerja. Hanya dengan begitu, transisi energi ini dapat disebut adil,” kata Airlangga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI