Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ketimbang Nunggu Elon Musk, Lebih Baik Dukung Anak Bangsa

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:03 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
CEO Baran Energy, Victor Wirawan

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia dinilai lebih baik merangkul anak bangsa untuk mengembangkan kendaraan listrik dan teknologi EBT (energi baru terbarukan) ketimbang terus melancarkan lobi kepada investor asing, seperti pengusaha terkemuka Amerika Serikat yang juga pendiri SpaceX dan Tesla Inc, Elon Musk.

Pasalnya, ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pemerintah bila ingin Tesla segera merealisasikan investasinya di Indonesia, utamanya menyangkut aspek lingkungan. Apalagi Tesla selama ini dikenal sebagai perusahaan global sangat konsen terhadap isu tersebut.

Sehingga, meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bertemu langsung dengan Elon Musk di Amerika Serikat, tidak ada jaminan Tesla segera merealisasikan investasinya di Indonesia.

CEO Baran Energy Victor Wirawan mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi SDM (sumber daya manusia) yang sangat baik dan tidak kalah kualitasnya dengan SDM dari luar negeri.

"Bahkan, sudah tak terhitung jumlahnya putra putri Indonesia yang memiliki peran penting di berbagai perusahaan teknologi di luar negeri," ungkap Victor Wirawan, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (26/5/2022).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu pendiri SpaceX dan Tesla Inc, Elon Reeve Musk, di di Boca Chica, Amerika Serikat, waktu setempat atau Sabtu, 14 Mei 2022.

Menurut Victor, anak-anak muda Indonesia hanya membutuhkan dukungan dari pemerintah, baik dari sisi regulasi maupun pendanaan.

"Ketimbang mengajak SDM luar untuk mengembangkan teknologi EBT dan mobil listrik, kenapa pemerintah tidak merangkul anak-anak muda Indonesia yang cerdas dan memiliki keahlian dan potensi yang sangat baik? Sayang jika generasi muda dan potensial ini tidak diberdayakan, yang akhirnya nanti malah direkrut perusahaan di luar negeri,” paparnya.

Victor menuturkan, jika pemerintah Indonesia masih berlarut-larut lantaran masih menunggu realisasi janji Elon Musk atau perusahaan asing lainnya, maka sangat mungkin Indonesia hanya akan menjadi target pasar bagi negara lain.

Adapun salah satu negara di Asia Tenggara yang cukup agresif adalah Vietnam yang mulai memproduksi mobil nasional (mobnas) bertenaga listrik VinFast dengan total investasi US$ 5,4 miliar dan siap dipasarkan di Indonesia.

"Jika tidak sekarang, kapan lagi kita bisa mandiri. Kita harus mampu berdiri sendiri, terutama dalam hal teknogi otomotif kendaraan listrik. Jangan sampai kita terus bergantung sama teknologi asing dan menjadi pasar bagi negara lain," tegasnya.

Pasalnya, Victor beralasan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sumber daya alam untuk kebutuhan industri otomotif. Salah satunya nikel sebagai bahan dasar pembuatan baterai untuk kendaraan listrik, dan komponen lain.

Nikel bisa dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari kabel kelistrikan, hingga alutsista atau peralatan militer. Logam pengantar listrik dan panas tersebut sangat dibutuhkan berbagai industri di berbagai belahan dunia.

Saat ini, sekitar 6% nikel dimanfaatkan untuk membuat baterai, perangkat elektronik lainnya, dan 9% sebagai pelapis. Adapun yang paling besar dimanfaatkan untuk produksi besi tahan karat, baja dan lain-lain.

Menilik berbagai fungsi tersebut, nikel menjadi hal utama yang dijual oleh pemerintah untuk melobi Elon Musk sebagai pendiri Tesla, dan Space X agar berinvestasi, atau memanfaatkan bahan logam tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu bos Tesla tersebut. Terbaru, giliran Presiden Jokowi yang langsung bertemu Elon Musk di Gedung Stargate SpaceX, Boca Chica, Texas Selatan, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022). Sayangnya, kegiatan tersebut belum juga membuahkan hasil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI