Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menhub: Jalur KA Solo Balapan-Palur Beroperasi Juli 2022

Kamis, 26 Mei 2022 | 21:58 WIB
Oleh : Herman / FER
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah, untuk mengecek progres dari proyek elektrifikasi Jalur KA Solo Balapan - Palur, Kamis, 26 Mei 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut proyek elektrifikasi jalur KA Solo Balapan-Palur saat ini sudah hampir rampung. Secara persentase, elektrifikasi jalur KA sepanjang 6,2 kilometer tersebut sudah mencapai 84,33% dan ditargetkan akan mulai beroperasi pada Juli 2022.

Menhub mengatakan, proyek elektrifikasi jalur KA Solo Balapan-Solo Jebres-Palur yang dimulai sejak tahun 2020 ini merupakan bagian dari pengembangan layanan angkutan massal KRL di kawasan Aglomerasi Yogya-Solo.

"Kawasan aglomerasi seperti Yogya, Solo, dan Semarang, harus dihubungkan dengan angkutan massal baik kereta api, bus, maupun angkutan massal lainnya. Ini suatu keniscayaan yang akan konsisten kami lakukan,” ujar Menhub Budi dalam keterangan resminya, Kamis (26/5/2022).

Menhub menjelaskan, keberadaan angkutan massal di kawasan aglomerasi sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan menghindari penggunaan kendaraan pribadi yang dapat menimbulkan kemacetan dan juga berdampak pada polusi udara.

Angkutan massal di kawasan aglomerasi juga akan dilakukan di kota-kota lainnya seperti Bandung, Surabaya, dan kota aglomerasi lainnya.

"KRL adalah angkutan yang ramah lingkungan. Saya harap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah semakin baik untuk mengembangkan angkutan massalnya,” tutur Menhub.

Sejak beroperasi pada Januari 2021, KRL Solo-Yogja telah melayani perjalanan sebanyak 22 perjalanan per hari, dengan rata-rata penumpang sebanyak 21.000 penumpang per hari.

Secara kumulatif, KRL Solo-Yogya telah mengangkut sebanyak 3,09 juta penumpang. Lima tahun mendatang layanan KRL akan terus dikembangkan sampai ke Kutoarjo dan Madiun.

Menurut Menhub, sejumlah upaya integrasi antarmoda telah dilakukan untuk memberikan kemudahan masyarakat mengakses angkutan massal di Yogya-Solo, diantaranya yaitu, jembatan penghubung atau sky bridge sepanjang 630 meter yang menghubungkan Stasiun Solo dengan Terminal Bus Tirtonadi.

Selanjutnya, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jogja yang terintegrasi pelayanannya di Stasiun Yogyakarta, BRT Bus Solo Trans (BST) yang terhubung dengan Stasiun Purwosari. Terakhir, integrasi layanan KRL Yogyakarta-Solo dengan KA Perintis Purwosari-Wonogiri dan KA Bandara Internasional Adi Sumarmo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI