Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gunawan Dianjaya Steel Ekspor 15.000 Ton Baja ke Eropa

Jumat, 27 Mei 2022 | 09:45 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER
Wakil Direktur Utama PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) Gwie Gunadi Gunawan bersama Ketua GPEI Jatim Isdarmawan Asrikan saat acara Pelepasan Ekspor Pelat Baja ke Jerman dan Spanyol di Pabrik GDS Surabaya.

Surabaya, Beritasatu.com - PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) melakukan ekspor produk pelat baja ke Eropa sebanyak 15.000 ton atau senilai US$ 17 juta.

Direktur Gunawan Dianjaya Steel Hadi Sutjipto menjelaskan, tujuan negara ekspor pelat baja ke Eropa sebanyak 15.000 ton antara lain adalah Jerman sebanyak 10.000 ton dan ke Spanyol 5.000 ton. Ekspor baja ke Eropa ini juga merupakan imbas dari perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan berkurangnya suplai baja.

"Suplai baja ke Eropa berkurang karena perang sehingga mereka mencari ke pasar Asia termasuk ke GDST. Tentu ini adalah potensi dan kesempatan bagi kita untuk meningkatkan ekspor. Kami berharap ekspor ini berlanjut terus,” kata Hadi, di Surabaya, Jumat (27/5/2022).

Hadi menyebut, Gunawan Dianjaya Steel sudah sejak 2012 lalu tidak memasok pelat baja ke negara-negara di Eropa karena ada penerapan kebijakan proteksi terhadap produk dalam negerinya. "Akibatnya, pasar ekspor GDST menjadi berkurang," sebutnya.

Selama ini, lanjut Hadi, pasar ekspor Gunawan Dianjaya Steel hanya ke Singapura dan Malaysia. Bahkan, saat pandemi Covid-19 tetap rutin menyuplai baja untuk dua negara tersebut dengan rata-rata nilai ekspor US$ 800.000 sampai dengan US$ 900.000.

"Singapura dan Malaysia mengimpor pelat baja dari kita karena jarak pengirimannya yang tidak terlalu jauh sehingga ongkos kapal menjadi lebih murah," imbuhnya.

Menurut Hadi, baja dari GDST selama ini banyak digunakan sebagai bahan untuk konstruksi pembuatan kapal, jembatan, serta tiang-tiang pabrik. "Adapun kontribusi pasar ekspor terhadap penjualan sebanyak 91%," terang Hadi.

Hadi menambahkan, kondisi utilitas pabrik baja milik perseroan selama pandemi juga sempat anjlok hanya mencapai 49%. Tahun lalu, Gunawan Dianjaya Steel masih membukukan rugi karena terdampak pandemi.

"Mudah-mudahan tahun ini kinerja menjadi lebih baik karena adanya ekspor ke Eropa ini, sehingga utilitas pabrik kita bisa meningkat yang saat ini sudah mencapai 56%,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim, Isdarmawan Asrikan mengatakan pihaknya mengapresiasi Gunawan Dianjaya Steel yang akhirnya kembali berhasil menembus pasar ekspor ke Eropa setelah sekian lama.

Menurutnya, kinerja ekspor Jatim awal tahun 2022 ini sudah mulai membaik seiring dengan pulihnya kondisi perekonomian dan juga biaya ocean freight yang mulai berkurang meskipun masih cukup tinggi seperti pengiriman ke AS dari semula US$ 20.000 per kontainer sekarang sudah US$15.000. Diharapkan ini bisa semakin mendorong ekspor kita baik ke AS maupun ke Eropa.

"Ekspor pelat baja ke Eropa ini merupakan dampak dari adanya perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan suplai baja untuk kawasan tersebut berkurang," imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI