Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Penyebab Kebangkrutan Perusahaan, Lemahnya Penerapan GCG

Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:46 WIB
Oleh : Parina Theodora / FER
Chairman Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) dan IIPG Sigit Pramono saat acara IICD 13th CG Awards 2022, di Jakarta, Jumat, 27 Mei 2022. Proses seleksi dan penilaian yang dilakukan oleh IICD mengacu kepada ASEAN CG Scorecard terhadap 200 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan market kapitalisasi menengah.

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) kembali memberikan penghargaan kepada emiten yang mengimplementasikan praktek tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam acara bertajuk The 13th IICD Corporate Governance Awards, Jumat (27/5/2022).

Penilaian dilakukan kepada 200 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar dan menengah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penilaian dibagi dalam dua kelompok, yaitu 100 emiten kapitalisasi (big cap) dan 100 emiten kapitalisasi pasar menengah (mid cap). Sedangkan metode penilaian dilakukan berdasarkan Asean CG Scorecard.

Chairman IICD Sigit Pramono mengatakan pentingnya penerapan prinsip GCG dalam perusahaan. Penerapan GCG yang baik, menurutnya, bisa menjadi faktor penyelamat perusahaan saat krisis menerpa.

"Kita memerlukan tata kelola baik. Buktinya tahun 1998 saat krisis keuangan, salah satu penyebab kebangkrutan perusahaan adalah lemahnya GCG. Oleh karena itu harus diperbaiki tata kelolanya. Sekarang saat baik-baik aja, mungkin dirasa GCG tidak perlu. Tetapi sesuatu akan selalu dibutuhkan saat terjadi masalah. Makanya, harus siap-siap,” paparnya.

Para peraih penghargaan The 13th IICD Corporate Governance Awards 2022 berfoto bersama Wakil Presiden Periode 2014-2019 Boediono, pengurus IICD dan Dewan Juri usai menerima penghargaan, di Jakarta, Jumat, 27 Mei 2022. Proses seleksi dan penilaian yang dilakukan oleh IICD mengacu kepada ASEAN CG Scorecard terhadap 200 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan market kapitalisasi menengah.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Presiden RI tahun 2009-2014 Boediono mengatakan, ke depan akan semakin banyak tantangan yang mengadang.

"Kemajuan teknologi yang memicu perkembangan digital banking akan mengubah monetary policy ke depannya," jelasnya.

Boediono juga mengingatkan dampak perang antara Rusia-Ukraina yang akan memicu permasalahan lainnya. Hal ini untuk mengingatkan semua pihak untuk bersiap dan kondisi ini dihadapi semua negara.

"Tetapi, kalau kita santai-santai saja maka akan ketinggalan. Ini tugas lembaga seperti IICD, untuk perlu memikirkan bagaimana facilitating bisnis melewati masa-masa sulit ini. We need something more karena ini masa pancaroba,” tegas Boediono.

Sementara itu, pemberian apresiasi kepada para emiten dengan praktek CG terbaik ini dibagi menjadi 10 kategori dan dua kelompok (big cap dan mid cap).

Sepuluh kategori tersebut adalah Best CG Overall, Best Financial Sector, Best Non-Financial Sector, Best SOE/BUMN, Best Right of Shareholders, Best Equitable Treatment of Shareholders, Best Role of Stakeholders, Best Disclosure & Transparency, Best Responsibility of the Boards, dan Most Improved.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI