SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tekanan terhadap Rusia Menguat, Harga Minyak Mentah Naik

Rabu, 29 Juni 2022 | 07:50 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB
Ilustrasi minyak mentah.

Texas, Beritasatu.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatan pada Rabu pagi (29/6/2022) karena produsen utama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tampaknya tidak dapat meningkatkan produksi secara signifikan, sementara pemerintah Barat setuju untuk mencari cara untuk membatasi minyak Rusia.

Minyak mentah berjangka Brent naik $ 0,61, atau 0,52%, menjadi $ 118,6 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 64 sen, atau 0,57%, menjadi $ 112,4.

Advertisement

Para pemimpin kelompok negara-negara kaya G-7 mengatakan mereka akan menjajaki kemungkinan larangan pengangkutan minyak mentah Rusia yang telah dijual di atas harga tertentu karena mereka berusaha untuk meningkatkan tekanan pada Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Badan Energi Internasional mengatakan dalam laporan Juni, pendapatan ekspor minyak mentah Rusia naik pada Mei bahkan ketika volume turun.

Larangan Barat terhadap Rusia dan produksi minyak mentah dan gasnya telah menyebabkan kenaikan tajam harga energi global dalam beberapa bulan terakhir. Sedangkan produsen besar lainnya belum menerapkan peningkatan produksi yang signifikan.

Arab Saudi dan UEA telah dilihat sebagai satu-satunya dua negara di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan kapasitas cadangan untuk menebus pasokan Rusia yang hilang dan output yang lemah dari negara-negara anggota lainnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kepada Presiden AS Joe Biden di sela-sela pertemuan G-7 bahwa UEA berproduksi pada kapasitas maksimum dan Arab Saudi dapat meningkatkan produksi hanya 150.000 barel per hari, jauh di bawah kapasitas cadangan sekitar 2 juta barel per hari.

Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei mengatakan pada hari Senin bahwa UEA memproduksi mendekati kapasitas maksimum berdasarkan kuota 3,168 juta barel per hari (bph) di bawah perjanjian dengan OPEC+.

Analis juga mengatakan bahwa kerusuhan politik di Ekuador dan Libya dapat memperketat pasokan lebih lanjut.

National Oil Corp Libya mengatakan pada hari Senin bahwa mereka mungkin harus mengumumkan force majeure di daerah Teluk Sirte dalam tiga hari ke depan kecuali produksi dan pengiriman dilanjutkan di terminal minyak di sana.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI