SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Aman! Tidak Ada PHK Akibat Pandemi dan Digitalisasi di BRI

Rabu, 29 Juni 2022 | 14:51 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP
Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan triwulan IV 2021, Kamis 3 Februri 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menyatakan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19). BRI juga tidak akan melakukan PHK sebagai dampak dari digitalisasi industri perbankan.

“Tidak ada PHK karena pandemi, tidak ada PHK karena digitalisasi perbankan, terutama pegawai tetap. Korban dari digitalisasi ini akan jadi penyuluh digital,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara 30 Minutes di BeritaSatu TV, Rabu (29/6/2022).

Advertisement

Sunarso mengatakan, digitalisasi di BRI adalah suatu kebutuhan sebagai bagian dari adaptasi atas segala perubahan. Namun BRI yang titahnya fokus pada UMKM tidak akan meninggalkan konvensional, apalagi nasabah BRI banyak yang tinggal di pelosok pedesaan. Untuk itu, BRI lebih mengedepankan konsep hybrid antara digital dan konvensional.

Transaksi konvensional sebut Sunarso saat ini tinggal hanya 3%. Sedangkan, sisanya 96,7% sudah transaksi digital baik e-channel maupun mobile banking. Meski begitu, kembali ia menegaskan bahwa BRI tidak bisa 650 menjadi bank yang fully digital di tahun ini.

“Bagi BRI tidak memungkinkan untuk fully digital hari ini, tetapi kita siapkan di beberapa tahun ke depan, tanpa meninggalkan konvensional karena masih dibutuhkan," ungkapnya.

Bahkan, menurutnya BRI yang saat ini memiliki 120.000 karyawan dan 530.000 agen BRI Link ini masih dibutuhkan kehadiran kantor fisiknya, termasuk di ibukota sekalipun.

Oleh karena itu, untuk pegawai tetap, Sunarso mengatakan, BRI tidak akan melakukan PHK dan mendorong pegawai yang pekerjaannya diambil alih oleh komputer untuk menjadi penyuluh digital sekaligus marketing. Apalagi, tugas penyuluh digital tidak mudah. Setidaknya ada tiga tugas penyuluh digital yang dipetakan oleh BRI, yaitu mengajari masyarakat membuka rekening digital, mengajari masyarakat bertransaksi digital, dan memastikan dan mewanti-wanti masyarakat berhati-hati terhadap kejahatan digital.

"Mengajari dan mewanti-wanti masyarakat terhadap kejahatan digital, seperti skimming dan rekayasa lainnya. Ini bukan hanya bicara, kami sedang membuat sistemnya," tegas Sunarso.

Sebelumnya, Sunarso mengungkapkan ada dua tujuan dalam melakukan transformasi digital sejak 2016. Kedua tujuan ini ditetapkan BRI demi mendapat diversifikasi pemasukan, manajemen risiko yang lebih baik, dan memperkuat basis nasabah perseroan.

Adapun, kedua tujuan transformasi digital yang dilakukan BRI adalah efisiensi dan digitalisasi model bisnis untuk membuat model bisnis dan value baru. Transformasi digital BRI tersebut diberi nama BRIVolution 2.0, meneruskan transformasi BRIVolution 1.0 yang dimulai pada 2016 lalu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI