SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Imbas Kenaikan Bunga Fed Arus Kas Bukalapak Makin Kuat, Lo?

Rabu, 29 Juni 2022 | 16:34 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyatakan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve AS (the Fed) baru-baru ini berdampak positif terhadap Bukalapak. Berkah tersebut karena emiten teknologi ini memiliki kas cukup kuat.

Direktur Bukalapak.com Teddy Oetomo mengatakan, dampak suku bunga The Fed berada di luar kendali perseroan. Namun berbeda dengan perusahaan teknologi di dunia, Bukalapak saat ini memiliki kas cukup besar sehingga kenaikan suku bunga akan meningkatkan pendapatan bunga perusahaan.

Advertisement

"Dapat dilihat EBITDA yang disesuaikan minus Rp 320 miliar, namun cash burn di sekitar Rp 200 miliar. Artinya terdapat support dari pendapatan income di atas Rp 100 miliar, di mana kenaikan bunga akan berimbas ke peningkatan dari interest income Bukalapak," ujar Teddy dalam paparan publik Bukalapak yang digelar virtual, Rabu (29/6/2022).

Tak hanya itu, peningkatan inflasi juga dinilai bisa membawa dampak positif bagi Mitra Bukalapak. Sebab apabila inflasi terjadi, maka akan terjadi downtrading dalam belanja konsumen. "Terdapat konsumen yang pindah beli sampo per botol menjadi per sachet. Hal ini akan menjadi katalis positif bagi warung, karena sebagian besar penjualan mereka adalah volume kecil," kata ia.

Teddy mengungkapkan, Bukalapak cukup optimistis dengan kondisi saat ini, karena perusahaan berada dalam posisi membantu UMKM Indonesia untuk melewati masa ini dan melangkah ke level selanjutnya. Perseroan optimistis dapat menekan kerugian hingga akhir 2022. Apalagi manajemen BUKA memandang, saat ini BUKA sudah tidak lagi berada dalam fase memperbaiki kinerja perusahaan, tetapi dalam fase untuk terus menumbuhkan pendapatan.

“Fokus kami saat ini adalah membawa bisnis Bukalapak ke arah profitability. Untuk itu, kami terus berupaya menumbuhkan pendapatan, salah satunya melengkapi infrastruktur-infrastruktur yang dibutuhkan oleh core business kami. Karena itulah kami melakukan partnership dengan mereka yang merupakan expert. Ke depannya, perihal investasi secara umum, kas perusahaan yang kami sadari cukup besar harus dipergunakan secara efisien dan bijak sehingga dapat terus menunjang kebutuhan bisnis utama kami dan membawa EBITDA yang disesuaikan ke arah yang positif,” ujar Teddy.

Seperti diketahui, Bukalapak menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 2,7- Rp 3 triliun sepanjang tahun 2022 atau naik 44%-61% dibandingkan hasil tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 1,87 triliun. Proyeksi tersebut masuk rentang dari taksiran konsensus para analis pada tahun 2022, yang mana emiten eksisting perdagangan elektronik (e-commerce) itu diperkirakan bisa meraup pendapatan Rp 2,96 triliun atau naik 58% dibanding tahun 2021.

Sedangkan untuk kinerja perseroan di kuartal I 2022, Bukalapak mengalami penguatan kinerja dengan pertumbuhan Total Processing Value (TPV) dan pendapatan yang kuat. TPV selama kuartal I-2022 tumbuh sebesar 25% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pendapatan Bukalapak di kuartal I ini juga mengalami kenaikan sebesar 86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Melalui Mitra Bukalapak, perseroan terus memberdayakan dan mendorong digitalisasi warung di seluruh Indonesia. Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan, di mana TPV Mitra pada kuartal pertama 2022 tumbuh sebesar 78%. Sementara itu, pendapatan Mitra pada kuartal I-2022 meningkat sebesar 227%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI