SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pelaku Bisnis Didorong Lakukan Transaksi Keuangan Elektronik

Rabu, 29 Juni 2022 | 18:57 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Xendit dan SWA Media Group menggelar konferensi virtual bertajuk “Business Operations Enablement Through The use of Integrated Payment Solutions” pada Selasa, 28 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) siap memfasilitasi transaksi keuangan elektronik (digital payment) untuk semua model bisnis melalui sinergi dengan pemangku kepentingan, penyediaan infrastruktur, dan perubahan perilaku menuju ekosistem digital.

"BI telah menyiapkan regulasi dan kebijakan yang mendukung sistem transaksi keuangan elektronik, termasuk bagi pelaku bisnis," kata Kepala Grup Operasional, Departmen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Andiwiana Saptonarwanto, dalam konferensi virtual bertajuk “Business Operations Enablement Through The use of Integrated Payment Solutions” Selasa (28/6/2022).

Advertisement

Dalam keterangan yang diterima Rabu (29/6/2022) disebutkan BI juga mengoptimalisasi sumber daya lokal dan mengedukasi serta melakukan monitoring sistem transaksi keuangan elektronik. Strategi elektronifikasi transaksi keuangan BI telah mencakup empat bidang yakni elektronifikasi bantuan sosial, elektronifikasi transaksi pemerintah, elektronifikasi transportasi dan tol serta elektronifikasi ritel lainnya. "Ke depan sedang siapkan untuk bidang kesehatan, pariwisata serta bidang layanan masyarakat lainnya," kata Andiwiana.

Dalam kesempatan yang sama Professor of Finance Management, IPMI Business School Roy Sembel mengatakan
salah satu isu global yang menjadi perhatian adalah digital inequality. Dengan digital payment system, bisa mengurangi digital inequality.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan ada beberapa peluang yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan revenue jika retailer menggunakan transaksi keuangan elektronik atau digital payments. Pertama, membuka cross-border sales yang tinggi. Kedua, membuka konversi. Ketiga, kemudahan user atau customer untuk membeli secara kontekstual (mereka bisa mengatur kapan dan di mana). Keempat, sistem pembayaran tertaut (linking payments) mendorong kekuatan belanja customer, semakin besar nilai belanjanya. Kelima, meningkatkan belanja dan loyalitas pelanggan.

Head of Business Development Xendit Nor Meydia menekankan pentingnya pembayaran digital untuk bisnis. Transaksi keuangan elektronik akan memberikan pengalaman pembayaran yang disukai konsumen karena sederhana dan mudah. Riset menunjukkan 70% chart ditinggalkan calon pembeli karena tidak dapat menemukan metode pembayaran yang paling disukai saat checkout.

Group Chief Editor SWA Media, Kemal E.Gani mengatakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia adalah sistem pembayaran digital yang semakin seamless. Selama 2 tahun pandemi melanda indonesia, akselerasi pembayaran digital di Indonesia, telah menjadi solusi untuk pemulihan ekonomi. "Sebab lewat digitalisasi pembayaran, aktivitas ekonomi tetap berjalan meskipun mobilitas masyarakat sangat dibatasi,” jelasnya.

Mengutip hasil riset IDC, Kemal mengungkap bahwa di tahun 2025 akan ada 125 juta pengguna baru e-wallet, jumlah ini akan membuat Indonesia menjadi negara pengguna e-wallet terbanyak di Asia Tenggara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI