SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Incar Pendapatan Naik Jadi Rp 3 T, Simak Strategi Bukalapak

Rabu, 29 Juni 2022 | 19:05 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP
Ilustrasi berbelanja di Bukalapak dengan Bukalapak paylater.

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada tahun ini menargetkan pendapatan naik mencapai Rp 3 triliun. Untuk mencapai target, Bukalapak akan memperluas jangkauan kepada mitra, pelapak online, dan pelanggan dengan menyediakan solusi dengan fokus pengembangan specialized platforms.

Direktur Bukalapak Teddy Nuryanto Oetomo menjelaskan, perseroan menargetkan pendapatan bertumbuh pada kisaran 44%-61% dari pendapatan pada tahun 2020. Perseroan optimistis target itu dapat dicapai dengan specialized platforms. “Yakni pada platform-platform yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, yaitu marketplace, online-to-offline (O2O), solusi pelapak, serta platform keuangan,” jelasnya dalam konferensi pers, Rabu (29/6/22).

Advertisement

Untuk diketahui, selama kuartal pertama 2022, perseroan telah mencapai 28% dari target tersebut atau sebesar Rp 787,9 juta. Jumlah pendapatan bersih itu juga meningkat 46,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 lalu yakni Rp 423 juta.

Menurut Teddy, penguatan kinerja sejalan dengan pertumbuhan Total Processing Value (TPV) dan pendapatan yang kuat. TPV selama kuartal pertama tahun 2022 tumbuh sebesar 25% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Melalui Mitra Bukalapak, perseroan terus memberdayakan dan mendorong digitalisasi warung di seluruh Indonesia.

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan, di mana TPV Mitra pada kuartal pertama 2022 tumbuh sebesar 78%. Sementara itu, pendapatan Mitra pada kuartal pertama tahun 2022 meningkat sebesar 227%.

“Fokus kami saat ini adalah membawa bisnis Bukalapak ke arah profitability. Untuk itu, kami terus berupaya menumbuhkan pendapatan atau Revenue, salah satunya dengan melengkapi infrastruktur-infrastruktur yang dibutuhkan oleh core business kami,” kata dia.

Maka dari itu, perseroan melakukan partnership dengan mereka yang merupakan expert. Kedepannya, perihal investasi secara umum dan kas perusahaan yang cukup besar harus dipergunakan secara efisien dan bijak sehingga dapat terus menunjang kebutuhan bisnis utama perseroan kami dan membawa EBITDA yang disesuaikan ke arah yang positif.

Perseroan juga berkomitmen untuk menekan kerugian dari sebelumnya rugi Rp 1,67 triliun menjadi Rp 1,4 triliun. Teddy memaparkan, setelah melihat progress year to date dan perseroan mampu mendapatkan Earning Before Interest Tax, Amortization and Depreciation (EBITDA) pada bulan Mei, perseroan memungkinkan untuk menekan rugi bawah level tersebut.

“Rugi itu disebabkan oleh pengembangan yang dilakukan perseroan pada fitur-fitur dengan pendapatan tinggi. Meski demikian, kinerja perseroan saat ini masih sesuai dengan jalur,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI