SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bank Sahabat Sampoerna Berencana Tambah 40 Kantor Cabang

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:25 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra (kedua kiri) didampingi Corporate Communications & Investor Relations Head Ridy Sudarma (kiri) menerima awards Digital Baking Awards 2022 dimensi Kolaborasi untuk kategori KBMI 1 dari Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (kedua kanan) dan Pemimpin Redaksi Majalah Investor Frans S. Imung saat kunjungan media Bank Sahabat Sampoerna ke BeritaSatu di Jakarta, Rabu (29/6/2022). Pada Kuartal I 2022, Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan pertumbuhan transaksi digital yang cukup besar, yakni hampir 10 juta transaksi. Hal tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dari jumlah transaksi pada 3 bulan pertama tahun 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Sahabat Sampoerna berencana membuka 30-40 kantor cabang baru dalam beberapa tahun mendatang. Di samping itu, perseroan optimistis dapat memacu kredit tumbuh 10% hingga akhir tahun ini.

Finance Director & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna Henky Suryaputra menyampaikan, bank konvensional lain sudah memiliki banyak cabang dan cenderung mulai mengurangi cabangnya karena transformasi digital yang tengah mereka lakukan. Sebaliknya, hingga saat ini Bank Sahabat Sampoerna hanya memiliki 21 cabang tapi telah melakukan transformasi digital sejak lama.

Advertisement

"Kita di Bank Sahabat Sampoerna hanya 21 cabang, tapi kita melihat setelah melakukan transformasi digital pun cabang-cabang ini masih diperlukan. Rencananya dalam tiga tahun ke depan kita akan kembali membuka 30-40 cabang lagi," kata Henky saat Media Visit ke Kantor Beritasatu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Hengky mengatakan, transformasi digital Bank Sahabat Sampoerna setidaknya sudah dilakukan sejak 2015. Banyak ide-ide yang telah digulirkan untuk memberi pelayanan terbaik bagi nasabah. Dalam hal ini, kolaborasi banyak dilakukan bersama startup sehingga muncul ide-ide baru.

"Saya bisa bilang implementasi ide-ide itu tidak mudah karena tantangannya banyak. Apalagi di perbankan itu highly regulated sehingga kita harus bisa melakukan digitalisasi namun tidak melenceng dari regulasi yang ada," imbuhnya.

Salah satu kolaborasi yang dijalin Bank Sahabat Sampoerna yakni bersama fintech payment gateway Xendit. Kerja sama bahkan telah dilakukan sejak Xendit baru berdiri hingga kini mampu bertengger sebagai salah satu unicorn dan menggenggam 15% saham Bank Sahabat Sampoerna.

Sejak berdiri, Henky menegaskan bahwa Bank Sahabat Sampoerna fokus menggarap segmen UMKM, sehingga tidak akan beralih ke segmen lain. Saat ini portofolio penyaluran ke UMKM sudah lebih dari 50% dan diyakini akan terus bertumbuh di masa mendatang.

"Kita melihat Indonesia itu pondasi ekonominya adalah UMKM. Kita harus bisa mendukung mereka. Visi perusahaan adalah mensejahterakan rakyat banyak, maka tentu harus masuk ke UMKM. Walaupun semua orang (bank) banyak yang keluar dari segmen UMKM, kita tetap kukuh dan melihat peluang bagus dari UMKM," ungkap dia.

Transformasi digital yang sampai sekarang terus berjalan menjadi kunci bagi perseroan melayani segmen UMKM dan masyarakat unbankable. Dengan pendekatan ini transaksi secara digital terus meningkat dari hanya 30.000 transaksi per bulan sebelum tahun 2017, saat ini menjadi sebanyak 3-4 juta transaksi per bulan.

Henky mengungkapkan, pendekatan tersebut didukung salah satu mitra sekaligus pemegang saham perseroan yaitu Alfamart. Kerja sama memungkinkan nasabah Bank Sahabat Sampoerna dapat melakukan transaksi setor-tarik tunai melalui 17 ribu gerai Alfamart sejak beberapa tahun lalu.

Di sisi lain, Henky menyatakan, pihaknya tetap optimistis meski kondisi ekonomi nasional berpotensi besar diterpa gejolak global dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Seiring dengan harapan kondisi bisa lebih baik, dia pun meyakini target-target yang telah ditetapkan masih mampu untuk dicapai.

"Kita tetap optimistis kredit ke depannya mencapai target yang sudah disampaikan ke OJK pada November 2021 lalu. Bahkan mungkin kita tidak merevisi di Juni ini, kita masih mengarah ke target awal dan masih optimis target bisa tercapai. Secara nilai Rp 9,3-9,5 triliun atau tumbuh 9%-10% year on year," kata Henky.

Saat ini, kata dia, kredit Bank Sahabat Sampoerna telah mencapai Rp 8,6 triliun. Separuh dari nilai itu disalurkan melalui kerja sama dengan sekitar 100 koperasi dan sisanya sekitar 40% disalurkan kepada segmen ritel. Dalam perkembangannya, bank pun telah berhasil menyalurkan kredit secara digital hampir mencapai Rp 1 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) perseroan relatif tumbuh baik, bahkan dapat dikatakan over liquidity. Oleh karenanya, Henky bilang saat ini perseroan juga fokus mengontrol lebih lanjut kondisi DPK supaya struktur keuangan perseroan bisa lebih baik, termasuk dengan berupaya meningkatkan dana murah (current account saving account/CASA).

"Kalau dibandingkan bank-bank lain memang banyak yang mencatatkan rasio CASA di atas 30%. Bank Sampoerna memiliki komposisi mendekati 25%. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mempercayakan penempatan dana di Bank Sahabat Sampoerna. Kita sangat berhati-hati menggunakan dana ini dan bertanggung jawab. DPK yang sudah over liquidity ini kita coba manage, kita coba membatasi juga," papar dia.

Dia menambahkan, strategi dan rencana yang telah dicanangkan manajemen Bank Sahabat Sampoerna telah mendapat restu penuh dari para pemegang saham. Hal tersebut tercermin dari komitmen pemegang saham untuk kembali menginjeksi modal perseroan sehingga mencapai Rp 3 triliun hingga akhir tahun ini, sesuai dengan yang dianjurkan OJK.

"Dengan telah tercapainya pemenuhan modal ini oleh shareholders, maka untuk sementara kita hold dulu atau (IPO) tidak dilakukan. Apakah di kemudian hari pemegang saham akan merencanakan IPO lagi? Saya masih perlu berdiskusi dengan shareholders," demikian ungkap Henky.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI