SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kenaikan Harga Makanan dan Rokok Dorong Inflasi Juni

Jumat, 1 Juli 2022 | 10:59 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB
Suasana warga yang berbelanja kebutuhan pokok di Pasar PSPT Tebet, Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Juni 2022 terjadi inflasi sebesar 0,61% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111,09. Naiknya harga makanan dan rokok menjadi penyebab inflasi memanas.

Inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,77%; kelompok pakaian dan alas kaki 0,16%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,10%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,53%; kelompok kesehatan 0,17%; kelompok transportasi 0,30%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,12%; kelompok pendidikan 0,01%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,33% persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,16%. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04%.

Advertisement

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2022, antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, tomat, rokok kretek filter, kangkung, kol putih/kubis, cabai hijau, sawi putih/pecay/pitsai, kontrak rumah, upah asisten rumah tangga, sabun detergen bubuk/cair, dan tarif angkutan udara.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, daging sapi, bawang putih, ayam hidup, dan emas perhiasan.

“Inflasi pada bulan Juni 2022 secara month-to-month sebesar 0,61%. inflasi ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan telur ayam ras," ungkap Margo Yuwono dalam pemaparan inflasi Juni 2022, Jumat (1/7/2022).

Yuwono menambahkan, dari 11 kelompok pengeluaran, tujuh kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi dan empat kelompok tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,47%; kelompok pakaian dan alas kaki 0,01%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,02%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03%; kelompok transportasi 0,04%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,03%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,01%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional, yaitu kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok pendidikan.

Dengan inflasi sebesar 0,61% pada bulan Juni 2022 tersebut, maka tingkat inflasi tahun kalender 2022 sebesar 3,19%, sedangkan inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) atau secara year on year sebesar 4,35%. Inflasi secara year-on-year ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Juni 2017. Pada saat itu inflasinya sebesar 4,37%.

Sementara itu, komponen inti pada Juni 2022 mengalami inflasi sebesar 0,19% atau terjadi kenaikan indeks dari 109,35 pada Mei 2022 menjadi 109,56 pada Juni 2022. Komponen yang harganya diatur pemerintah dan komponen yang harganya bergejolak mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,27%n dan 2,51%. Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2022 masing-masing sebesar 1,82%, 3,91%, dan 7,72%, serta inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) masing-masing sebesar 2,63%, 5,33%, dan 10,07%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI