SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bank Neo Targetkan Raup Laba Operasional Tahun Depan

Senin, 4 Juli 2022 | 21:30 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / FER
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC).

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menargetkan bisa mengantongi laba operasional pada tahun 2023. Salah satunya adalah dengan menyasar margin bunga bersih (net interest margin/NIM) hingga 15% di akhir tahun ini.

Head of Investor Relation Bank Neo Commerce Indra Cahya menyampaikan, secara umum rugi operasional secara bulanan terus berkurang dari sebesar Rp 160 miliar per Januari 2022 menjadi sebesar Rp 90 miliar per Mei 2022. Namun demikian, total rugi operasional secara year to date (ytd) hingga Mei 2022 tercatat Rp 612,59 miliar.

Advertisement

"Kita juga ga berani terlalu janji muluk-muluk, tapi loan growth-nya kencang seperti ini dan loan-nya naik terus, hopefully kita lihat monthly operating mulai profit, kita masih tunggu (profitnya), tapi terus terang most likely di 2023," jelas Indra di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Dia menjelaskan, penurunan rugi operasional didukung masifnya penyaluran kredit dari Rp 3,8 triliun menjadi Rp 13,6 triliun, tumbuh 56 year on year (yoy) per Mei 2022. Kredit dipercaya dapat terus tumbuh hingga akhir tahun ini hingga mencapai Rp 10-12 triliun.

Di samping itu, perbaikan rugi operasional juga dikontribusikan dari peningkatan NIM dari Bnk neo Commerce. NIM naik dari hanya 5% pada Mei 2021, meningkat hampir dua kali lipat menjadi 9,4% pada Mei 2022. Perseroan pun meyakini NIM mencapai double digit pada akhir tahun ini.

"Mei itu 9,4%, juni ini internal number harapan sudah double digit. Harapannya di akhir tahun NIM kita di kisaran 10% sampai 15%," ungkap Indra.

Akselerasi kinerja kredit dan pencapaian NIM pada akhirnya membuat BNC berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII). Dalam kurun lima bulan tahun ini melesat 280% (yoy), dari Rp 180 miliar menjadi Rp 415 miliar.

"Growth-nya dari mana? Itu dari kita punya deposito, funding, maka aset kita bertambah. Tapi, saat itu LDR kita masih rendah, masih 50%. Jadi harusnya net interest income-nya masih ada ruang untuk tumbuh, selain LDR masih rendah dan kita punya digital lending yang baru," beber Indra.

Dia menyatakan, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dari Bank Neo Commerce masih mampu dijaga baik di kisaran 1,7%-1,8% dari sebelumnya di level 4,5%. Meski begitu, perseroan mematok NPL tidak melebihi 4% dengan masifnya penyaluran kredit di tahun ini.

"NPL itu kita target 3-4% itu masih di bawah ketentuan OJK. Juga segmen yang kita sasar itu unbankable dan underbank yang lebih berisiko dibandingkan corporate loan, yang mereka juga ditarget top tier corporate," ungkap Indra.

Hingga Mei 2022, Bank Neo Commerce mencatat sebanyak 18,4 juta pengguna, dengan 3 juta pengguna aktif. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan untuk menambah hingga 10 pengguna baru, sehingga dapat mengakuisisi hingga 28 juta pengguna.

Pada saat yang sama, total aset Bank Neo Commerce mencapai Rp 13,58 triliun, tumbuh dua kali lipat dibandingkan Mei 2021 sebesar Rp 6,7 triliun. Liabilitas tumbuh 113% (yoy) dari 5,6 triliun menjadi Rp 11,4 triliun. Sedangkan ekuitas naik dari Rp 1,1 triliun menjadi Ro 2,2 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI