SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Minyak Turun karena Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Selasa, 5 Juli 2022 | 07:32 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi minyak.

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak turun pada Senin (4/7/2022), memangkas keuntungan sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi ekonomi global membebani pasar bahkan ketika pasokan ketat di tengah rendahnya produksi OPEC, kerusuhan di Libia dan sanksi terhadap Rusia.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 35 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 111,28 per barel setelah melonjak 2,4% pada Jumat (1/7/2022). Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 32 sen, atau 0,3%, menjadi US$ 108,11 per barel, setelah naik 2,5% pada akhir pekan lalu.

Advertisement

Kekhawatiran resesi ekonomi telah membebani pasar selama 2 minggu terakhir. Namun ketatnya pasokan mencegah penurunan harga lebih dalam. "Pasar energi tetap berisiko," kata analis komoditas Commonwealth Bank Tobin Gorey.

Produksi dari 10 anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Juni turun 100.000 barel per hari (bph) menjadi 28,52 juta barel per hari, jauh dari peningkatan yang dijanjikan sekitar 275.000 barel per hari, survei Reuters menunjukkan.

Penurunan produksi di Nigeria dan Libia mengimbangi kenaikan Arab Saudi dan produsen besar lainnya.

"Ini membuat kelompok (OPEC) memenuhi kenaikan kuota produksi semakin tidak mungkin," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.

Libia menghadapi gangguan pasokan karena meningkatnya kerusuhan politik.

Sementara pemogokan yang direncanakan pekerja minyak dan gas Norwegia minggu ini dapat memangkas produksi minyak dan kondensat negara itu sebesar 130.000 barel per hari.

Trader akan mengawasi harga resmi Agustus dari eksportir minyak utama Arab Saudi untuk mengetahui seberapa ketat pasar.

Sembilan sumber penyulingan yang disurvei Reuters memperkirakan harga jual resmi minyak mentah Arab Light andalan Saudi bisa naik sekitar US$ 2,40 per barel dari bulan sebelumnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI