Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jurus Mendag Turunkan Harga Minyak Goreng dan Dongkrak TBS

Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:57 WIB
Oleh : Herman, Triyan Pangastuti, Whisnu Bagus Prasetyo / AB
Warga mengantre untuk membeli minyak goreng kemasan saat peluncuran Minyakita di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Janji Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertengahan Juni 2022 untuk menurunkan harga minyak goreng bukan isapan jempol. Sayangnya, meski harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sudah merangkak naik, tetapi belum seperti yang diharapkan. Masih ada pekerjaan rumah untuk menyejahterakan petani sawit.

Upaya untuk mengatasi persoalan melambungnya harga minyak goreng tak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Sehari setelah dilantik, pria yang akrab diapa Zulhas ini mengecek langsung ke pasar-pasar tradisional di sejumlah wilayah Indonesia. Hasil penulusurannya menunjukkan kenaikan harga minyak goreng terjadi karena persoalan rantai pasok dan distribusi.

Jurus pertama Zulhas mengurai benang kusut minyak goreng adalah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 41 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Minyak Goreng Kemasan Rakyat. Permendag yang berlaku mulai 8 Juli 2022 ini mengatur pelaksanaan program Minyak Goreng Kemasan Rakyat (MGKR) dengan merek Minyakita.

Minyakita adalah program pemerintah untuk menyediakan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga murah. Program ini sebagai alternatif pelaku usaha mendistribusikan minyak goreng untuk pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga akan memberikan insentif kuota ekspor kepada perusahaan yang melakukan pengemasan minyak goreng curah menggunakan merek Minyakita. Hingga kini, ada 91 perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan penggunaan merek MinyaKita dari Kemendag. Jumlah ini diyakini mendag akan terus bertambah.

"Minyakita memberi pelaku usaha pilihan mendistribusikan minyak goreng hasil DMO. Minyak goreng hasil DMO yang didistribusikan menggunakan merek Minyakita dijual dengan harga Rp 14.000 per liter," kata Zulhas dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Hal-hal yang diatur dalam Permendag 41/2022, di antaranya harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET), tempat pendistribusian, bentuk kemasan, pemenuhan izin edar dan standar, serta insentif faktor pengali kemasan bagi pelaku usaha yang menyediakan minyak goreng kemasan Minyakita.

"Kami harap dengan semakin banyak pengusaha yang bergabung dalam program MGKR, distribusi minyak goreng hasil DMO akan semakin cepat tersalurkan dan meningkatkan volume ekspor CPO (crude palm oil, Red)," kata Zulhas.

Jurus kedua pemerintah yang tak lepas dari peran Kemendag adalah membebaskan biaya pungutan ekspor CPO, tandan buah segar, dan produk turunan kelapa sawit hingga 31 Agustus 2022.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 115 Tahun 2022 tentang Perubahan atas PMK Nomor 103/PMK.05/2022 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum (BLU) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kemenkeu.

"PMK ini akan menurunkan pungutan ekspor atau tarif pungutan ekspor yang sebelumnya US$ 200 jadi 0 hingga 31 Agustus 2022," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Sabtu (16/7/2022).

PMK ini memberikan perubahan tarif terhadap seluruh produk tandan buah segar, kelapa sawit, CPO, dan palm oil, serta used cooking oil. Namun setelah periode tersebut, maka pemerintah akan menerapkan tarif pajak progresif.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya telah meminta Menkeu Sri Mulyani untuk menurunkan tarif pungutan ekspor untuk mengakselerasi arus keluar pasokan CPO dari dalam negeri. Kebijakan ini dinillainya sebagai bentuk insentif bagi pelaku ekspor minyak kelapa sawit.

Penyesuaian tarif pungutan ekspor diberlakukan demi keberlanjutan pengembangan program pembangunan industri sawit nasional, khususnya perbaikan produktivitas di sektor hulu melalui peremajaan perkebunan kelapa sawit. Kebijakan ini juga akan menciptakan pasar domestik melalui dukungan mandatory biodiesel serta pemenuhan kebutuhan pangan lewat pendanaan penyediaan minyak goreng bagi masyarakat.

Harga TBS
Isu kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng kini tidak lagi menjadi perhatian utama. Masalah utama saat ini adalah masih rendahnya harga TBS kelapa sawit di tingkat petani.

Sejatinya, kebijakan pembebasan pungutan ekspor CPO untuk mendongkrak harga TBS di tingkat petani. Meski sudah mulai merangkak, tetapi kenaikannya belum signifikan. Turunnya harga TBS petani akibat CPO di tangki refinery pelaku usaha penuh. Produsen sawit enggan menyerap TBS petani menyusul larangan ekspor pada 28 April sampai 22 Mei 2022.

Menurut Zulkifli Hasan, masih rendahnya harga TBS lantaran stok CPO di tangki produsen melimpah. Normalnya, hanya sekitar 3-4 juta ton, tetapi saat ini mencapai 8 juta ton. Stok yang melimpah ini membuat harga TBS petani sawit tidak bisa terserap, sehingga harganya pun anjlok.

Saat ini pemerintah tengah berupaya mempercepat ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya. Tujuannya untuk mengosongkan tangki-tangki penampung CPO yang penuh, sehingga industri CPO dapat menyerap TBS petani sawit. Melalui percepatan ekspor itu, harga TBS diharapkan bisa di atas Rp 2.000 per kilogram.

Mendag juga siap menindaklanjuti persetujuan hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri RRT (Premier) Li Keqiang di Beijing untuk menambah ekspor 1 juta ton CPO ke Tiongkok. Dengan ekspor ini, harapannya stok CPO di tangki bisa semakin berkurang.

Tambahan pembelian CPO dari Tiongkok sangat penting bagi petani sawit di dalam negeri dan eksportir CPO. Jutaan petani diyakini akan terselamatkan dan makin sejahtera dengan tambahan pembelian ini. Dengan tambahan impor CPO dari Tiongkok ini, Zulhas berharap produsen CPO akan membeli TBS dengan harga wajar.

“Dengan permintaan Tiongkok, harga TBS diharapkan terus merangkak naik hingga di atas Rp 2.000-3.000 per kilogram,” katanya.

Selain itu, upaya menyerap stok CPO di tangki juga dilakukan lewat kebijakan domestic market obligation (DMO). Skema DMO dan DPO masih tetap dipertahankan untuk menjamin suplai bahan baku minyak goreng stabil, sehingga harga minyak goreng curah dan kemasan premium di dalam negeri terjangkau.

"Aturannya sudah kita ubah. Sekarang ini kalau DMO-nya 1 ton, mereka boleh ekspor 13,5 ton. Jadi 13,5 kali lebih banyak agar ekspornya juga lebih banyak," ujar Zulkifli Hasan.

Lewat kebijakan peniadaan pungutan ekspor, saat ini harga TBS sawit di tingkat petani mulai merangkak naik menjadi Rp 1.600 sampai Rp 1.700 per kilogram dari sebelumnya di bawah Rp 1.000 per kilogram. Targetnya, harga TBS bisa kembali stabil di atas Rp 2.000 per kilogram, atau paling sedikit Rp 2.400 per kilogram.

Sejak penghapusan pungutan ekspor, penyerapan TBS di pabrik refnery juga mengalami perbaikan. "Hanya antre 2-3 jam. Sebelumnya, bisa antre sampai 2 hari," kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Gulat Manurung.

Petani pun semakin bergairah memanen sawit. Kalau sebelumnya rotasi panen 15 hari sekali, sekarang sudah menuju normal menjadi 10 hari sekali. Meski demikian, Apkasindo menilai kenaikan harga TBS belum optimal.

Mengacu data yang dihimpun posko pengaduan harga TBS di 22 provinsi, ada 37% daerah yang masih menetapkan harga TBS di bawah standar rata-rata Rp 2.093 per kilogram. Sebagai gambaran pada periode 1-28 Juli 2022, volume ekspor CPO dan 26 turunannya mencapai 2 juta ton. Kondisi ini sudah mendekati normal sekitar 2,7 juta ton hingga 3 juta ton per bulan. Sejalan dengan itu, harga CPO per 30 Juli sudah merangkak menjadi Rp 10.025 per kilogram.

Infografik harga rata-rata tandan buah segar sawit.

Terjangkau
Serangkaian jurus mendag menekan harga minyak goreng membuahkan hasil. Perlahan harga komoditas ini mulai terjangkau di level Rp 30.000-an per kemasan dua liter dari level tertinggi yang menembus Rp 57.000 pada Maret 2022. Kenaikan pada Maret terjadi setelah pemerintah melepas harga ke mekanisme keekonomian pasar.

Kini rata-rata harga minyak goreng curah sudah sesuai harga eceran tertinggi yang dipatok pemerintah, yaitu Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg. Bahkan untuk Pulau Jawa dan Bali sudah mencapai Rp 12.979 per liter. Sementara di provinsi lain menunjukkan tren penurunan. Perinciannya, rata-rata harga untuk Kalimantan Rp 14.050 per liter, Sulawesi Rp 14.908 per liter, Nusa Tenggara Rp 16.125 per liter.

Infografik daftar harga minyak goreng di Alfamart.

Zulhas mengakui bahwa belum seluruh wilayah Indonesia mendapatkan harga sesuai ketentuan. Hal itu disebabkan biaya logistik yang mahal. Untuk itu Kemendag akan mengintervensi penjualan minyak goreng murah di wilayah timur Indonesia. Saat ini, minyak goreng curah di Papua dan Maluku masih di atas Rp 20.000 per liter. Mendag berjanji segera mengirim minyak goreng ke wilayah Papua dan Maluku dalam jumlah besar, mengingat di kedua wilayah itu harganya masih relatif mahal.

"Harga minyak goreng di timur Indonesia masih mahal, Rp 23.000 per liter di Papua dan Maluku, karena memang tidak ada minyak curah di sana, susah kan," ungkapnya seusai memantau harga sembako di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat, (22/7/2022).

Kemendag akan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk mengangkut minyak goreng dengan jumlah besar ke Papua dan Maluku.

Di Kalimantan, harga minyak goreng masih mahal karena di sana tidak refinery. "Namun, wilayah lain, seperti Jawa dan Bali sudah di bawah Rp 14.000," kata Zulkifli Hasan dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media nasional, Jumat (29/7/2022).

Infografik daftar harga minyak goreng di Indomaret.

Harga minyak goreng curah di wilayah selain Jawa-Bali dan Sumatera yang belum sesuai HET menggambarkan tantangan logistik yang dihadapi dalam pendistribusian program MGKR dengan merek Minyakkita. Sampai 29 Juli 2022, MGKR sudah tersedia di 18.024 pengecer mitra pelaku usaha jasa logistik dan eceran (PUJLE) yang tersebar di 271 kabupaten/kota di 27 provinsi dengan tanda khusus/spanduk HET.

Kemendag terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan minyak goreng melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) di 216 pasar di 90 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Secara rata-rata nasional per Juli 2022, harga minyak goreng sebesar Rp 14.400 per liter, turun 8,8% dibandingkan bulan lalu. Kondisi ini diikuti peritel modern yang semakin agresif memberikan promo potongan harga minyak goreng.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI