Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Anggaran PC PEN Baru Terserap 36,9%, Ini Kata Sri Mulyani

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:35 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FER
Sri Mulyani.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi anggaran program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sampai 5 Agustus 2022 mencapai Rp 168,3 triliun atau 36,9% alokasi Rp 455,62 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja PC-PEN tahun 2022 didorong oleh perlindungan masyarakat. Selain itu, penguatan pemulihan ekonomi masih berproses dan perlu diakselerasi.

"Untuk program PC-PEN karena tahun ini pemulihan ekonomi sudah berjalan dan penanganan covid-19 makin baik jadi realisasi PC-PEN agak tertahan,” ucap Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (Kita), Kamis (11/8/2022).

Sri Mulyani menjelaskan, realisasi perlindungan masyarakat mencapai Rp 77,8 triliun atau 50,2% dari pagu Rp 154,76 triliun. Anggaran ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 21,3 triliun (10 juta KPM) Kartu sembako Rp 23,8 triliun (18,8 juta KPM) BLT minyak goreng Rp 7,2 triliun (21,8 juta penerima disalurkan Kemensos TNI dan Polri).

Selanjutnya, BLT Desa Rp 16,1 triliun (7,6 juta keluarga); Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung sebesar Rp 1,3 triliun ( Polri menyalurkan ke 683 ribu penerima dan TNI menyalurkan 1,4 juta penerima), serta program kartu prakerja Rp 8,1 triliun untuk 2,3 juta peserta.

“Ini cukup baik, sampai pertengahan tahun kita sudah memberikan bantuan sosial untuk masyarakat,” kata Sri Mulyani.

Adapun realisasi untuk klaster penanganan kesehatan mencapai Rp 32,3 triliun atau 26,3% dari pagu Rp 122,54 triliun. Anggaran untuk klaster tersebut utamanya untuk pembayaran klaim dan insentif nakes, serta insentif perpajakan vaksin, alkes dan penanganan Covid-19 melalui dana desa.

Bila dirinci anggaran untuk klaster kesehatan digunakan untuk klaim pasien Rp 20,9 triliun; nakes Rp 2,2 triliun pengadaan vaksin Rp 1,7 triliun; insentif perpajakan kesehatan Rp 1,2 triliun da dukungan APBD (termasuk dana desa) untuk penanganan Covid-19.

"Penanganan kesehatan baru 26,3% dari total pagu anggaran, Kalau ini tidak terealisasi ini artinya baik, artinya bahwa penangan covid sudah mulai menurun. Klaim pasien kita bayarkan 20,9 triliun insentif nakes Rp 2,2 triliun. Kita berharap belanja pengadaan vaksin akan mulai menurun,” kata Sri Mulyani.

Realisasi anggaran untuk klaster pemulihan ekonomi yang sebesar Rp58,3 triliun atau 32,7% dari pagu Rp 178,32 triliun yakni meliputi program padat karya Rp 10,3 triliun, pariwisata dan ekonomi kreatif Rp 2,7 triliun serta ketahanan pangan Rp 7,8 triliun.

Sedangkan anggaran untuk teknologi informasi dan komunikasi mencapai Rp 5,3 triliun, kawasan industri Rp 0,8 triliun, dukungan UMKM (subsidi bunga dan IJP) Rp14,9 triliun, insentif perpajakan Rp9,9 triliun serta infrastruktur dan konektivitas Rp 6,7 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI