Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bursa Eropa Mixed Dipicu Inflasi dan Pendapatan Perusahaan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 05:30 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi

London, Beritasatu.comBursa Eropa pada Kamis (11/8/2022) ditutup bervariasi (mixed) karena investor menilai ekspektasi kebijakan moneter setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan. Investor juga memantau sejumlah pendapatan perusahaan.

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa berada di atas garis datar. Sektor minyak dan gas naik 2%, sementara saham perawatan kesehatan turun 1%.

Indeks blue chip menguat 1% pada Rabu (10/8//2022) didukung data harga konsumen AS naik 8,5% pada Juli (yoy), melambat dari bulan sebelumnya karena penurunan harga minyak. Ekonom memperkirakan kenaikan inflasi tahunan 8,7%. Redanya inflasi menginformasikan pengetatan moneter Federal Reserve AS The Fed menjelang pertemuan September.

Kepala ekonom internasional di Rowe Price, Nikolaj Schmidt, mengatakan data inflasi mengurangi kemungkinan resesi ekonomi karena memberi napas The Fed terkait kenaikan suku bunga agresif.

“Ekonomi global melambat dengan cepat. Perlambatan ini akan menurunkan harga komoditas serta ekspektasi inflasi. The Fed akan terus memperketat kebijakan moneter sampai pasar tenaga kerja membaik,” kata dia.

Sementara bursa saham Asia Pasifik menguat menyusul reli di bursa Eropa dan Wall Street. Indeks Hang Seng yang dihuni saham teknologi di Hong Kong memimpin kenaikan karena sektor teknologi diuntungkan prospek kenaikan suku bunga yang kurang agresif.

Adapun sejumlah perusahaan di bursa Eropa merilis kinerja pendapatan perusahaan seperti Siemens, Thyssenkrupp, Bilfinger, Novozymes, Rabobank, Asuransi Zurich, M&G, Deutsche Telekom dan Aegon.

Saham Aegon naik lebih 9% memimpin Stoxx 600 setelah perusahaan asuransi Belanda itu menaikkan panduan setahun penuhnya.

Perusahaan farmasi Denmark ALK-Abello melonjak 8% setelah pendapatan kuartal kedua mengalahkan ekspektasi.

Di bagian bawah indeks, perusahaan IT Inggris Netcompany turun hampir 16% karena buruknya hasil kuartalan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI