Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bursa AS Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Turun

Jumat, 12 Agustus 2022 | 05:43 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street berjuang mendapatkan arah pada perdagangan Kamis (11/8/2022) karena investor mempertimbangkan laporan inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan.

S&P 500 ditutup turun 0,07% pada 4.207,27, Nasdaq Composite merosot 0,58% menjadi di 12.779,91. Sementara Dow Jones naik 27,16 poin, atau 0,08%, menjadi 33.336,67. Ketiga indeks rata utama dibuka di zona positif tetapi kehilangan tenaga seiring berjalannya perdagangan.

Investor bursa AS menerima lebih banyak berita ekonomi yang baik ketika indeks harga produsen (PPI) Juli menunjukkan penurunan yang mengejutkan dari bulan Juni. Producer Price Index (PPI) turun 0,5%, dibandingkan perkiraan kenaikan 0,2%, menurut survei Dow Jones. Data PPI tidak termasuk makanan dan energi yang naik kurang dari yang diharapkan.

Pengumuman data itu mengikuti indeks harga konsumen atau inflasi Juli pada Rabu (10/8/2022) yang menggembirakan. Consumer price index (CPI) Juli mencapai 8,5%, sedikit lebih rendah dari 8,7% yang diproyeksi analis disurvei Dow Jones. Data ini juga melambat dari bulan sebelumnya.

Busra AS menguat setelah laporan Rabu dan Kamis pagi, tetapi tren naik berkurang kemudian.

“Investor bursa AS untuk sementara lega bahwa inflasi menurun, itu tidak mengubah fakta bahwa Federal Reserve (the Fed) akan terus menaikkan suku bunga. Saya pikir sentimen jauh lebih baik daripada, katakanlah, 60 hari yang lalu,” kata Kepala Investasi Pensiun MissionSquare, Wayne Wicker.

Satu titik terang untuk pelaku pasar adalah Disney. Saham melonjak lebih 4% setelah raksasa media itu membukukan jumlah pelanggan lebih kuat dari yang diprediksi pada kuartal terakhir. Selain itu, pendapatannya melampaui ekspektasi. Disney juga mengatakan akan menaikkan harga untuk Disney+.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI