Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Minyak Menguat karena IEA Naikkan Proyeksi Permintaan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 06:40 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi minyak mentah.

New York, Beritasatu.com - Harga minyak naik lebih 1% pada perdagangan Kamis (11/8/2022) setelah Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan perkiraan permintaan minyak tahun 2022 karena melonjaknya harga gas yang mendorong konsumen beralih ke minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 2,7% diperdagangkan pada US$ 100,03 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS naik 3,2% menjadi US$ 94,87.

“Harga gas alam dan listrik telah melonjak ke rekor baru, ini mendorong peralihan gas ke minyak di beberapa negara,” kata badan yang berbasis di Paris dalam laporan minyak bulanannya.

IEA meningkatkan prospek permintaan 2022 sebesar 380.000 barel per hari. (bpd).

Namun, kenaikan persediaan minyak AS minggu lalu dan dimulainya aliran minyak mentah pipa yang memasok Eropa membatasi kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Cadangan minyak mentah AS naik 5,5 juta barel dalam minggu terakhir, data Administrasi Informasi Energi AS menyebutkan. Angka ini lebih dari peningkatan yang diharapkan 73.000 barel.

Produk bensin yang dipasok naik menjadi 9,1 juta barel per hari, meskipun masih menunjukkan permintaan turun 6% selama 4 minggu terakhir dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Premi WTI berjangka bulan depan atas pemuatan barel dalam waktu 6 bulan dipatok pada US$ 4,38 per barel pada Kamis, terendah dalam 4 bulan. Hal ini menunjukkan ketatnya pasokan berkurang.

Sementara dimulainya kembali aliran di bagian selatan pipa Druzhba Rusia ke Eropa menenangkan kekhawatiran pasar atas pasokan global.

Pipa minyak negara Rusia Transneft memulai kembali alirannya melalui pipa Druzhba. "Ukraina telah menangguhkan aliran pipa minyak Rusia ke beberapa bagian Eropa sejak awal bulan ini karena sanksi Barat mencegahnya menerima biaya transit dari Moskow," kata Transneft, Selasa.

Sementara harga minyak fisik di seluruh dunia mulai turun bersamaan dengan minyak berjangka. Hal ini mencerminkan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan yang dipimpin Rusia dan meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI