Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden Jokowi Beri Sinyal Akan Naikkan Harga BBM

Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:02 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD
Petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melayani pelanggan di salah satu SPBU Pertamina di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 30 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Jokowi memberikan sinyal akan menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM akibat tingginya beban subsidi. Diketahui beban subsidi BBM yang ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 502 triliun.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

“Cari negara yang subsidinya sampai Rp 502 triliun karena kita harus menahan harga Pertalite, gas, listrik, termasuk Pertamax, gede sekali. Tapi apakah angka Rp 502 triliun ini masih terus kuat bisa kita pertahankan?" kata Presiden Jokowi.

Para pimpinan lembaga negara yang hadir adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Isma Yatun, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata, dan Ketua MA M Syarifuddin.

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah terus mewaspadai apabila APBN tidak lagi kuat untuk memberikan subsidi harga BBM secara terus-menerus, sehingga terjadi kenaikan harga di masyarakat. Bahkan, lanjutnya, saat ini kenaikan harga BBM sudah terjadi di banyak negara di dunia.

“Ya, kalau bisa ya alhamdulillah baik. Artinya, rakyat tidak terbebani. Tapi kalau memang APBN tidak kuat bagaimana? Kan negara lain harga BBM-nya sudah Rp 17.000, Rp 18.000, sudah naik dua kali lipat semuanya. Ya memang harga ekonominya seperti itu,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan informasi terkait kondisi perekonomian nasional saat ini, termasuk anggaran dan pendapatan negara.

"Tadi kami menyampaikan kepada beliau-beliau mengenai fakta-fakta itu, angka-angka itu. Kalau kita masih ada income negara dari komoditas, dari komoditas itu masih baik ya kita jalani, tetapi kalau enggak?" jelas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI