Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Harga Minyak Turun karena Ekspektasi Gangguan Pasokan Mereda

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 07:01 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Ilustrasi minyak mentah.

Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak anjlok sekitar 2% pada Jumat (12/8/2022), di tengah ekspektasi bahwa gangguan pasokan di Teluk Meksiko AS hanya bersifat jangka pendek. Sementara kekhawatiran resesi ekonomi memangkas prospek permintaan minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun US$ 1,47, atau 1,5%, menjadi US$ 98,13 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ambles US$ 2,08, atau 2,2%, menjadi US$ 92,26 per barel. Kedua kontrak naik lebih dari 2% pada Kamis (11/8/2022). "Hanya minyak turun sedikit setelah kenaikan besar kemarin," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.

Harga minyak Brent mencatat kenaikan 3,5% minggu ini setelah penurunan 14% minggu lalu di tengah kekhawatiran inflasi dan suku bunga menekan pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Sementara harga minyak WTI naik 3,7%.

"Petugas mengganti bagian pipa minyak yang rusak pada Jumat," kata seorang pejabat pelabuhan Louisiana, yang memungkinkan dimulainya produksi di tujuh anjungan minyak lepas pantai Teluk Meksiko AS.

Produsen minyak utama Teluk Meksiko AS, Shell Kamis (11/8/2022) mengatakan pihaknya menghentikan produksi di tiga anjungan laut dalam di wilayah tersebut. Ketiga anjungan tersebut dirancang untuk menghasilkan produksi hingga 410.000 barel minyak per hari.

Pasar juga mencermati permintaan yang kontras dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA).

"Kami melihat ada perlambatan ekonomi, tetapi tidak jelas sebesar apa pelemahan yang diprediksi oleh beberapa pandangan baru-baru ini," kata Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen. “Permintaan tetap berfluktatif, tetapi pasokan masih menjadi perhatian utama,” kata dia.

Sementara sanksi Eropa terhadap minyak Rusia akan diperketat akhir tahun ini. Adapun pelepasan energi selama 6 bulan yang disepakati Amerika Serikat dan negara maju akan berjalan pada akhir 2022.

OPEC pada Kamis memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia 2022 sebesar 260.000 barel per hari (bph). OPEC mengharapkan permintaan meningkat sebesar 3,1 juta barel per hari tahun ini.

Sedangkan IEA menaikkan proyeksi permintaan minyak menjadi 2,1 juta barel per hari, dengan alasan peralihan gas ke minyak di pembangkit listrik. IEA juga menaikkan prospek pasokan minyak Rusia sebesar 500.000 barel per hari untuk paruh kedua 2022 tetapi mengatakan OPEC akan berjuang untuk meningkatkan produksi.

Di Amerika Serikat, harga impor turun untuk pertama kalinya dalam 7 bulan pada bulan Juli, dipicu penguatan dolar dan biaya bahan bakar dan non-bahan bakar yang lebih rendah.

Adapun rig minyak AS naik tiga menjadi 601 pada minggu ini, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI