Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Indonesia Diharapkan Mampu Berperan Jadi Produsen Kendaraan Listrik

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:51 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan test drive mobil listrik dalam pameran GIIAS 2022 di ICE BSD City, Tangerang, 11 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia bukan hanya menjadi pangsa pasar kendaraan listrik yang besar. Namun, Indonesia juga tempat manufaktur kendaraan listrik. Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Tjahjana sepakat dengan pernyataan Airlangga. Tren otomotif dunia yang mulai beralih ke kendaraan listrik, dipercaya akan membawa keuntungan bagi Indonesia.

“Kalau kita lihat dari pasar kita, yang ada sekarang, di ASEAN ini kita paling besar, bahkan dibandingkan Thailand, kita besar, masa kita hanya konsumen. Kita harus tempatkan diri kita harus menjadi produsen,” ujar Agus, Sabtu (13/8/2022).

Agus menuturkan Indonesia merupakan penghasil nikel nomor satu di dunia. Ini bisa menjadi modal Indonesia bersaing sebagai pemain utama di kendaraan listrik.

“Mobil listrik dalam perkembangan ya menuju penggunaan batre berbasis nikel kobalt dan mangan, NCM kita tahu bahwa nikel kita adalah yang jumlahnya sangat memadai di indonesia, nomor satu di dunia. Pasar dalam negeri besar dan akan memerlukan baterai, baterai base nickel,” katanya.

Agus mengatakan Indonesia masih perlu berbenah untuk siap memproduksi maupun menggunakan mobil listrik. “Begini, kalau mau ditanya sudah siap, masih belum, masih belum lengkap, perlu waktu dan ini kan perubahan teknologi harus ada percepatan di berbagai area,” tuturnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto menerima ratusan kendaraan listrik yang akan digunakan pada KTT G-20. Ini menunjukkan komitmen Presidensi Indonesia dalam menjadi lead by example untuk isu transisi energi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Dengan berbagai kebijakan yang telah diberikan tersebut, ketua umum Partai Golkar tersebut berharap agar utilitas kendaraan listrik dapat meningkat di kalangan masyarakat, sehingga mampu memperkuat industri otomotif dalam negeri.

“Dengan fasilitas pemerintah, pemerintah berharap EV (kendaraan listrik) dapat dijual di dalam negeri dengan harga yang kompetitif dan tentu bisa mendorong produksi EV di Indonesia,” ujar Airlangga.

Sementara itu, pakar ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai Airlangga adalah kunci untuk perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Airlangga diharapkan mampu menyelaraskan berbagai pihak dari kementrian ataupun BUMN untuk mempercepat akselerasi kendaraan listrik di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan ekosistem kendaraan listrik akan bermanfaat bagi PLN yang tengah mengalami kelebihan pasokan listrik. Fahmy menilai PLN tidak akan keberatan membangun stasiun pengisian baterai, asalkan ada kepastian investasi.

“Bagi PLN, kalau ada kepastian bahwa investor akan masuk, maka saya yakin PLN akan mau membangun. Bagi PLN, ini kan juga mengatasi masalah over supply dari setrum yang dihasilkan, tetapi kalau tidak ada kepastian, PLN akan berhitung kerugian,” katanya.

Komitmen pemerintah sudah ditunjukkan melalui pernyataan Presiden Joko Widodo yang melarang ekspor nikel dan mendorong hilirisasi. Nikel sangat penting bagi kendaraan listrik karena menjadi komponen utama dalam produksi baterai kendaraan listrik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI