Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ketidakpastian Ekonomi Tinggi, Begini Cara Emiten Pacu Kinerja

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:10 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FER
Diskusi Emiten Talk, di Jakarta, 11 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Perekonomian Indonesia diperkirakan dapat bertahan melewati risiko inflasi dan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4% hingga 5% berkat program subsidi pangan dan kebijakan lainya. Optimisme ini juga disambut baik oleh para emiten dengan tetap berekspansi dan membukukan pertumbuhan keuangan.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan, hingga dua tahun kedepan kondisi perekonomian akan semakin menarik karena situasi geopolitik maupun domestik yang dinamis. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah arus ekspor dari negara-negara Eropa karena perang Rusia dan Ukraina yang belum tentu selesai pada tahun depan.

"Situasi yang ada saat ini memang challenging apalagi pada tahun depan adalah tahun politik di Indonesia sehingga dinamika ekonomi akan semakin terasa,” jelas Eko dalam acara "Emiten Talk" di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Meski begitu, Eko tetap optimistis Indonesia mampu keluar dari situasi sulit kendati ada potensi ancaman inflasi tinggi. Salah satu solusinya yakni dengan kebijakan pemerintah yang menahan laju inflasi dengan mempertahankan subsidi sektor energi dan pangan, karena 2 sektor tersebut langsung berhubungan dengan masyarakat.

Hingga saat ini, anggaran pemerintah yang sudah terpakai dalam program-program tersebut nominalnya mencapai Rp 500 triliun. Eko berharap, dengan dana yang sudah terpakai itu pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 4% hingga 5%, sesuai dengan target dari pemerintah.

"Apalagi ada kemungkinan harga minyak yang mulai turun kendati mungkin tidak bisa lagi ke kisaran US$ 70 hingga US$ 80 karena Rusia adalah produsen minyak 3 besar dunia dan bukan anggota OPEC,” ujarnya.

Chief Operating Officer PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) Hendrik Alexander Mboi menuturkan, stakeholder adalah kunci dari perseroan untuk bertahan selama pandemi. Perseroan tidak melakukan pemutusan kontrak atau pengurang karyawan dan menaungi merek restoran Gokana dan Croco dengan total karyawan 6.000 orang dan 300 outlet.

"Selain dengan stakeholder, perseroan juga tetap membina baik hubungan dengan supplier, sehingga perusahaan sangat terbantu. Selain menjalin hubungan dengan para supplier. Karyawan kami juga memiliki kesadaran tinggi sehingga mampu melakukan efisiensi di semua lini,” kata dia.

Chief Financial Officer PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) Bharat Joshi juga mengakui salah satu kunci daya tahan perusahaan yang memproduksi yogurt Cimory ini adalah hubungan yang baik dengan para supplier, kendati saat ini situasi juga belum pulih seperti semula.

"Perseroan berkomitmen untuk tidak akan menaikan harga produk kendati mulai terasa adanya kenaikan harga bahan baku. Direksi berpikir untuk jangka panjang, menaikkan harga produk merupakan solusi jangka pendek,” kata Bharat.

Perseroan, lanjut Bharat dalam memilih keputusan yang akan diambil memikirkan dampak jangka panjang disamping kondisi keuangan yang masih cukup terbantu dengan kondisi kas keuangan yang masih cukup bertahan. “Selain itu perusahaan juga tetap optimistis, mengingat angka konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih jauh dibawah Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bluebird Tbk (BIRD) Sigit Priawan Djokosoetono menyampaikan salah satu strategi Blue Bird dalam menjawab tantangan masa pandemik yang mulai beranjak ini adalah efisiensi dan melibatkan banyak karyawan terlibat dalam pemecahan masalah atau think tank. “Sehingga banyak muncul ide-ide kreatif untuk membuat perusahaan tetap agile,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI