Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

ASDP Indonesia Ferry Optimistis Pertahankan Kinerja Positif

Rabu, 17 Agustus 2022 | 19:56 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FER
Salah satu layanan penyeberangan milik PT ASDP Indonesia Ferry.

Medan, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry optimistis pada tahun ini Earning Before Interest, Tax and Amortization (Ebitda) mampu menembus Rp 1 triliun. Selain itu, perseroan terus melanjutkan rencana Initial Public Offering (IPO).

Melihat performa perseroan yang sangat baik saat ini, kami optimistis Ebitda Rp 1 triliun pada tahun ini akan tercapai," jelas Direktur Utama Ira Puspadewi saat peninjauan pelabuhan Ajibata dan Ambarita, Rabu (17/8/22).

Untuk diketahui, pada semester pertama 2022 ASDP Indonesia Ferry membukukan nilai Ebitda positif sebesar Rp 618,13 miliar, tumbuh sebesar 64,03% dari tahun 2021 sebesar Rp 376,83 miliar. Sedangkan total laba yang berhasil dikantongi laba bersih sebesar Rp 380,5 miliar dan pendapatan sebesar Rp 1,89 triliun.

"Adapun capaian perseroan pada semester pertama 2022 ini telah mencapai 93% dari target pendapatan 2022 sebesar Rp 2,02 triliun," ujarnya.

Menurut Ira, angkutan logistik masih menjadi kontributor terbesar dalam mendongkrak pendapatan perusahaan. Data menyebutkan, dari target kendaraan logistik tahun 2022 dengan skenario masa pandemi sebesar 1,76 juta unit, hingga semester I 2022, ASDP berhasil melayani 631.740 unit kendaraan logistik yang didominasi truk yang terdiri dari golongan VB, VIB, VII B, VIII dan IX dengan total pendapatan sekitar Rp 430 miliar.

Adapun kontribusi muatan barang termasuk curah juga mengalami kenaikan signifikan. Dari target 2022 sebanyak 123 ribu ton pada masa pandemi rahun 2019, hingga Juni 2022 telah diangkut muatan barang sebanyak 1,33 juta ton dengan nilai pendapatan Rp 16 miliar.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi.

Masih diperiode yang sama, segmen penyeberangan baik produksi perintis dan komersial gabungan antara lain produksi penumpang mencapai sebanyak 3,73 juta orang atau naik sebesar 104% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1,83 juta orang.

Lalu, kendaraan roda 2 dan 3 sebanyak 1,80 juta unit atau naik 76% dari 1.02 juta unit, kendaraan roda 4/lebih mencapai 1,95 juta unit atau naik 64 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1 juta unit, dan barang mencapai 1,98 juta/ton atau naik 326% bila dibandingkan realisasi tahun 2021 sebanyak 465.107 ton.

"Menariknya lagi selama pandemi Covid-19 terjadi shifting perubahan perilaku dari pejalan kaki ke kendaraan pribadi atau kendaraan penumpang sehingga terjadi peningkatan pada kendaraan penumpang. Sedangkan untuk logistik, kenaikan didukung regulasi bahwa tidak ada pembatasan pergerakan untuk kendaraan logistik," kata dia.

Soal rencana perseroan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Ira menuturkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin agar ASDP dapat melantai pada waktu yang tepat. "Rencana IPO itu tetap berjalan dan diproyeksikan ASDP akan IPO pada tahun depan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, ASDP melakukan peninjauan pelabuhan Ajibata dan Ambarita sejalan dengan disahkanya ASDP sebagai pengelola kedua pelabuhan yang terletak di danau Toba tersebut.

"Setelah melalui proses yang cukup panjang ASDP kini menjadi mitra KSPO BMN yang terpilih dalam mengelola pelabuhan sebagai fasilitas utama transportasi yang turut menunjang kegiatan ekonomi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini obyek BMN yang akan dikelola adalah lahan dan bangunan untuk Pelabuhan Ajibata dan di Ambarita untuk bangunannya," tutur Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin.

Menurut dia, KSPO BMN Pelabuhan Ajibata dan Ambarita merupakan skema bisnis baru yang diharapkan dapat saling menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai BUMN, KSPO BMN ini juga berdampak positif, dimana keuntungan yang dihasilkan tidak saja menambah penerimaan negara tetapi juga bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

ASDP kedepan tentu juga dapat memperluas aktivitas bisnisnya melalui skema KSPO ini. Dengan jam terbang yang tinggi dalam mengelola pelabuhan, ASDP tentu memiliki standar pelayanan minimum dan standar safety yang optimal serta SDM yang berkualitas.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Marta Hardisarwono kemarin menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pengoptimalan Barang Milik Negara (BMN), hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui skema pembiayaan KPBU maupun KSP pada BMN kepada pihak lain.

“Saya juga berharap bahwa skema perjanjian kerja sama ini akan menjadi role model pemanfataan BMN di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan,” kata Marta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI