Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

E-Book Berisi Kreasi Makanan Vegan Cita Rasa Laut Diluncurkan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:21 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Sinergia Animal meluncurkan e-book atau buku digital dengan 15 resep vegan yang terinspirasi makanan laut di mana sayuran dan jamur menjadi menu utamanya.

Jakarta, Beritasatu.com - Sinergia Animal meluncurkan e-book atau buku digital gratis yang berisikan 15 resep masakan, yang terinspirasi makanan laut di mana sayuran dan jamur menjadi menu utamanya.

Selain itu, organisasi internasional yang bekerja untuk mempromosikan pilihan makanan yang lebih berkelanjutan dan welas asih ini juga menunjukkan berbagai tips seperti bahan, teknik, dan rempah-rempah untuk membuat resep apa pun terasa seperti menyelam dalam laut.

Advertisement

E-book yang berisikan resep-resep seperti tuna semangka, sup kepiting nangka, dan "ikan" goreng tahu, semuanya dapat diunduh gratis.

Manajer Tantangan 21 Hari Vegan dari Sinergia Animal, Annabella Jusuf, mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan makanan laut yang paling banyak dikonsumsi di dunia, dan termasuk dalam 15 negara terbesar di dunia untuk konsumsi ikan.

"Mempertimbangkan data tersebut, dapat memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, jika masyarakat Indonesia dapat mulai mengubah kebiasaan mereka dengan mengadopsi lebih banyak makanan berbasis nabati ke dalam menu makanan mereka atau, bahkan lebih baik lagi, menjadi vegan,” jelas Annabella, dalam keterangan pers, Kamis (21/10/2021).

Annabella menjelaskan, setelah film dokumenter Seaspiracy dirilis, banyak orang tertarik untuk mengurangi dampak lingkungan melalui pola makan mereka. "Dengan adanya e-book ini akan sangat berguna bagi mereka,” jelasnya.

Salah satu ancaman terbesar bagi lautan adalah sampah plastik. Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) melaporkan, setiap tahun 11 juta ton plastik menumpuk di lautan. Namun, bertentangan dengan apa yang dipikirkan banyak orang, sebenarnya kantong plastik, botol, dan sedotan hanyalah salah satu bagian dari masalah tersebut.

Sebuah studi tahun 2019 dari Greenpeace menunjukkan, 10% dari total sampah plastik di laut berasal dari jaring ikan yang sengaja ditinggalkan di laut. Di beberapa bagian lautan, seperti Great Pacific Garbage Patch, hingga 46% plastik terdiri dari sisa jaring-jaring ikan.

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Queensland di Australia, memperkirakan bahwa Indonesia merupakan penyumbang polusi plastik laut kedua terbesar di dunia setelah Tiongkok. Hal tersebut mengancam sistem terumbu karang yang paling beragam dan juga penting di dunia, yang terletak di lautan Indonesia.

Sampah-sampah tersebut, bertanggung jawab terhadap kematian atau cedera yang serius kepada lebih dari 650.000 mamalia laut setiap tahunnya secara global, seperti yang dilaporkan oleh The Natural Resources Defense Council.

Penangkapan ikan yang berlebihan juga menjadi masalah. Persentase jumlah ikan yang berada dalam tingkat yang berkelanjutan secara biologis telah menurun dari 90% pada tahun 1974 menjadi 65,8% pada tahun 2017, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

"Ini tidak hanya membahayakan keseimbangan ekosistem laut, tetapi juga berarti jutaan ikan, yang merupakan makhluk hidup, mati dengan cara yang kejam yang tidak terbayangkan. Kabar baiknya, kita dapat berkontribusi dengan mengadopsi pola makan berbasis nabati, dan hal itu lebih sederhana dari yang terlihat," kata Annabella.

"Kita dapat membantu melestarikan ekosistem laut dan kehidupan lebih banyak hewan air tanpa mengorbankan rasa makanan yang biasa kita rasakan, dan inilah yang ingin kami tunjukkan melalui e-book ini. Ada banyak variasi kreasi makanan vegan cita rasa laut dengan berbagai tekstur dan rasa," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA


GAYA HIDUP | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 26 November 2021

GAYA HIDUP | 26 November 2021

GAYA HIDUP | 26 November 2021

GAYA HIDUP | 26 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Jokowi Teken Perpres Pelaksanaan Paten Obat Favipirapir

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#5
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#6
PAN: DPR dan Pemerintah Harus Segera Perbaiki UU Cipta Kerja

#7
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#8
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#9
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#10
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

TERKINI


OLAHRAGA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

EKONOMI | 27 November 2021

GAYA HIDUP | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021